Permintaan Tidak Semulus Tesla, VinFast Ganti Strategi Jualan Mobil Listrik di Pasar Amerika
Senin, 21 Agustus 2023 - 11:21 WIB
loading...
Mobil listrik VinFast di salah satu diler mobil di Amerika. VinFast berupaya mengikuti strategi Tesla namun gagal. Foto: Reuters
A
A
A
AMERIKA - VinFast , pabrikan mobil listrik asal Vietnam, jadi sorotan belum lama ini setelah sahamnya melantai di Nasdaq. Ini bagian dari langkah mereka untuk serius memasuki pasar Amerika.
Tahun lalu, VinFast sudah mengirimkan 3.000 unit mobil ke Amerika Utara. Meski demikian, respon yang di dapat ternyata tidak semanis yang diperkirakan. Bahkan, mereka harus mengubah strategi distribusi.
Mulanya, VinFast ingin ikut-ikutan cara jualan Tesla yang direct-to-consumer, dimana konsumen membeli langsung mobil lewat website Tesla. Ternyata, cara tersebut tidak efektif. Maka, VinFast pun ikut berjualan lewat cara konvensional: lewat diler-diler yang sudah ada.
Menurut Reuters, sejumlah diler di Amerika terbuka untuk berjualan VinFast. Tapi, mereka masih ingin mendengar detail lebih banyak tentang rencana VinFast di Amerika. Termasuk strategi penjualan, syarat bagi diler, serta dukungan suku cadang dan garansi mobil.
“Apakah masih ada ruang untuk merek baru? Mungkin saja,” kata George Glassman, Presiden Glassman Automotive Group, yang menjual 5 merek mobil di luar Detroit. VinFast saat ini memiliki valuasi pasar sebesar USD85 miliar.
“Membuka diler sendiri memang penting. Tapi, butuh waktu lama,” ujar CEO Le Thi Thu Thuy. “Lebih baik bagi kami untuk kerja sama dengan rekanan, supaya bisa bergerak lebih cepat,” tambahnya.
Saat ini, VinFast sudah membuka 122 showroom secara global. Mayoritas ada di Amerika.
Tahun lalu, VinFast sudah mengirimkan 3.000 unit mobil ke Amerika Utara. Meski demikian, respon yang di dapat ternyata tidak semanis yang diperkirakan. Bahkan, mereka harus mengubah strategi distribusi.
Mulanya, VinFast ingin ikut-ikutan cara jualan Tesla yang direct-to-consumer, dimana konsumen membeli langsung mobil lewat website Tesla. Ternyata, cara tersebut tidak efektif. Maka, VinFast pun ikut berjualan lewat cara konvensional: lewat diler-diler yang sudah ada.
Menurut Reuters, sejumlah diler di Amerika terbuka untuk berjualan VinFast. Tapi, mereka masih ingin mendengar detail lebih banyak tentang rencana VinFast di Amerika. Termasuk strategi penjualan, syarat bagi diler, serta dukungan suku cadang dan garansi mobil.
“Apakah masih ada ruang untuk merek baru? Mungkin saja,” kata George Glassman, Presiden Glassman Automotive Group, yang menjual 5 merek mobil di luar Detroit. VinFast saat ini memiliki valuasi pasar sebesar USD85 miliar.
“Membuka diler sendiri memang penting. Tapi, butuh waktu lama,” ujar CEO Le Thi Thu Thuy. “Lebih baik bagi kami untuk kerja sama dengan rekanan, supaya bisa bergerak lebih cepat,” tambahnya.
Saat ini, VinFast sudah membuka 122 showroom secara global. Mayoritas ada di Amerika.
Lihat Juga :