Masalah Tersembunyi Ketika Punya Mobil Listrik: Tidak Ada Pilihan Bengkel Non Resmi

Selasa, 19 September 2023 - 07:06 WIB
loading...
Masalah Tersembunyi...
Bengkel mobil listrik non resmi saat ini sangat sulit dicari, bahkan kedepannya pun akan seperti itu. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Pemilik mobil listrik bakal dibebani biaya perawatan lebih murah ketimbang mobil konvensional. Apakah fakta atau ilusi?

Mobil listrik selalu digadang-gadang memiliki biaya perawatan jauh lebih murah ketimbang mobil konvensional. Hal itu didasari pada kondisi mobil listrik yang sangat jauh berbeda dibanding mobil konvensional. Misalnya, komponen mobil listrik yang lebih sedikit dan jauh lebih sederhana dibandingkan mobil konvensional. Alhasil, secara logika biaya perawatannya jauh lebih terjangkau.

Hanya saja menurut Autoproa da beberapa hal yang perlu dipikirkan oleh pemilik mobil listrik dalam urusan perawatan. Yakni kehadiran bengkel non resmi. Saat ini masyarakat pasti sudah tahu bahwa melakukan perawatan mobil di bengkel resmi akan jauh lebih mahal ketimbang di bengkel non resmi.

Jadi tidak heran jika banyak pemilik mobil lebih memilih merawat mobil mereka di bengkel-bengkel umum setelah masa garansi selesai.

Hanya saja hal itu akan terasa jauh berbeda dengan mobil listrik. Autotpro menyebutkan bengkel-bengkel umum yang dimiliki oleh pihak swasta masih belum mau berinvestasi membuat bengkel umum mobil listrik.

Sebab, investasi untuk membuat bengkel umum mobil listrik sangat besar dan rumit. Belum lagi investasi terhadap pelatihan mekanik yang juga butuh waktu yang cukup lama.

Banyak mobil listrik baru saat ini memiliki sistem baterai 400 dan 800 volt yang dapat mematikan dan berbahaya jika ditangani secara tidak tepat oleh teknisi yang tidak terlatih.

Selain risiko sengatan listrik, pekerjaan pemecahan masalah kendaraan tanpa emisi juga memiliki risiko kebakaran. Apalagi jika terjadi ledakan yang disebabkan oleh panas berlebih pada baterai lithium.

Untuk memadamkan apinya saja akan sangat sulit jika tidak memiliki peralatan dan keterampilan yang cukup. Oleh karena itu, pemilik bengkel mobil umum saat ini menghadapi teka-teki tentang potensi penyediaan layanan pemeliharaan dan pemecahan masalah kendaraan listrik, terutama di kota-kota kecil.

Selain itu dari segi populasi, pemilik bengkel umum juuga masih melihat investasi di bengkel umum mobil listrik bukan bisnis yang menguntungkan.

"Banyak Negara memiliki tingkat adopsi kendaraan listrik yang rendah dan infrastruktur pengisian daya yang buruk," sebut Autopro. Selain jumlah bengkel yang sedikit, masa depan kendaraan listrik juga menghadapi masalah lain.

Menurut Reuters, dunia sangat kekurangan tenaga listrik otomotif. Biro Statistik Tenaga Kerja AS memperkirakan bahwa Amerika Serikat akan membutuhkan 80.000 teknisi listrik pada 2031, termasuk teknisi kendaraan listrik.

Baca: Tidak Realistis, Suara Buatan Mobil Listrik Porsche Ditolak di Eropa

Demikian pula, Kamar Dagang Otomotif Victoria di Australia memperkirakan akan membutuhkan 9.000 teknisi kendaraan listrik pada 2030. Kurangnya bengkel umum yang terjangkau dan tenaga kerja terampil justru jadi mimpi buruk buat pemilik mobil listrik yang ada saat ini.

Apabila mobil listrik kesayangan mereka mengalami masalah dan masa garansi usai maka mereka akan menghadapi biaya perawatan yang cukup menguras kantong.

Nah, sekarang pertanyaannya sudah kah Anda siap punya mobil listrik untuk 10tahunkedepan?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
Spesifikasi Hyundai...
Spesifikasi Hyundai Genesis G80, Mobil Listrik Kendaraan Resmi G20
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved