Ini Bukti Taiwan Memainkan Peran Penting dalam Industri Semikonduktor Dunia
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Selama bertahun-tahun Intel tidak perlu meminta perusahaan lain untuk memproduksi CPU dan chip utama lainnya. Namun, pengumuman Intel pada bulan Juli tahun ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan dalam memproduksi chip kelas atas. Satu-satunya produsen di dunia yang mampu memproduksi chip 7nm adalah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan Samsung Korea Selatan.
Namun karena kapasitas produksi dan tingkat hasil TSMC lebih tinggi dari Samsung, diperkirakan Intel akan menugaskan TSMC untuk memproduksi chip kelas atas. Diperkirakan pada 2025, lebih dari setengah CPU komputer Windows dunia akan diproduksi oleh TSMC. Ini mengindikasikan beberapa hal. Pertama, Intel, yang telah menguasai teknologi manufaktur semikonduktor paling canggih selama bertahun-tahun, telah kehilangan posisi terdepan, mengakhiri era ketika AS mendominasi industri semikonduktor.
Kedua, perusahaan IC foundry terbesar dunia TSMC sekali lagi menegaskan mereka mendominasi pasar pembuatan chip canggih, dengan proses pembuatannya yang canggih telah menjadi IC foundry yang ditunjuk oleh perusahaan besar di seluruh dunia. Antara lain, Apple, Intel, AMD, Qualcomm, NVIDIA, dan Huawei.
Nilai pasar (market capitalization) perusahaan TSMC juga terus meningkat baru-baru ini, menjadi perusahaan publik (listed company) nilai pasar terbesar ke-10 di dunia, juga merupakan perusahaan semikonduktor nilai pasar terbesar dunia. Intel, mantan penguasa semikonduktor, saat ini hanya memiliki 60% dari nilai pasar TSMC. Dapat dikatakan TSMC adalah kebanggaan Taiwan.
Di pasar IC foundry global yang sangat kompetitif, para pemimpin utama saat ini terutama adalah TSMC, Samsung dan Intel. Pandemik COVID-19 juga telah memengaruhi hubungan kompetitif antara masing-masing perusahaan besar. Sebab hasil pencegahan pandemik Taiwan sangat baik, sehingga industri semikonduktor tidak terdampak besar seperti negara lainnya.
Dengan kepemimpinan teknologi yang berkelanjutan dan investasi peralatan modal besar, TSMC telah menjadi pemimpin dunia dalam proses 7nm, dan juga pabrik produksi massal pertama di dunia untuk proses 5nm, dominasi untuk 3nm juga tinggal diraih.
TETO menyebutkan. belum lama ini, TSMC mengumumkan bahwa mereka telah membuat terobosan besar dalam pengembangan dan penelitian (R&D) 2nm dan telah berhasil menemukan jalur masuknya. Kalangan bisnis menyimpulkan bahwa waktu peluncuran produk 2nm TSMC akan terealisasi antara 2023-2024, dan bisa terus mempertahankan posisi terdepan secara mutlak di pasar IC foundry global.
Adapun Samsung Electronics Korea Selatan, akibat pandemi, rencana peralatan skala besar dan R&D jadi tertunda. Selain hasil produksi yang kurang tinggi dari proses 7nm, sebelumnya perusahaan juga mengumumkan mereka akan melewati 5nm dan langsung mengembangkan teknologi 3nm. Diketahui oleh dunia luar bahwa itu hanya setara dengan produk 5nm dari TSMC. Dalam hal penguasan teknologi, Samsung setidaknya satu tahun lebih terbelakang daripada TSMC.
Sedangkan untuk Intel, seiring teknologi proses chip canggih yang secara bertahap kehilangan daya saingnya, perusahaan telah mulai mendiskusikan tentang apakah masih terus melanjutkan bisnis pembuatan chip.Karena biaya untuk membangun dan maintenance manufaktur wafer sangat tinggi. Jika semata-mata berdasarkan pertimbangan biaya, Intel akan menunjuk IC foundry yang berteknologi lebih maju seperti TSMC untuk memproduksi chip di masa depan.
Namun karena kapasitas produksi dan tingkat hasil TSMC lebih tinggi dari Samsung, diperkirakan Intel akan menugaskan TSMC untuk memproduksi chip kelas atas. Diperkirakan pada 2025, lebih dari setengah CPU komputer Windows dunia akan diproduksi oleh TSMC. Ini mengindikasikan beberapa hal. Pertama, Intel, yang telah menguasai teknologi manufaktur semikonduktor paling canggih selama bertahun-tahun, telah kehilangan posisi terdepan, mengakhiri era ketika AS mendominasi industri semikonduktor.
Kedua, perusahaan IC foundry terbesar dunia TSMC sekali lagi menegaskan mereka mendominasi pasar pembuatan chip canggih, dengan proses pembuatannya yang canggih telah menjadi IC foundry yang ditunjuk oleh perusahaan besar di seluruh dunia. Antara lain, Apple, Intel, AMD, Qualcomm, NVIDIA, dan Huawei.
Nilai pasar (market capitalization) perusahaan TSMC juga terus meningkat baru-baru ini, menjadi perusahaan publik (listed company) nilai pasar terbesar ke-10 di dunia, juga merupakan perusahaan semikonduktor nilai pasar terbesar dunia. Intel, mantan penguasa semikonduktor, saat ini hanya memiliki 60% dari nilai pasar TSMC. Dapat dikatakan TSMC adalah kebanggaan Taiwan.
Di pasar IC foundry global yang sangat kompetitif, para pemimpin utama saat ini terutama adalah TSMC, Samsung dan Intel. Pandemik COVID-19 juga telah memengaruhi hubungan kompetitif antara masing-masing perusahaan besar. Sebab hasil pencegahan pandemik Taiwan sangat baik, sehingga industri semikonduktor tidak terdampak besar seperti negara lainnya.
Dengan kepemimpinan teknologi yang berkelanjutan dan investasi peralatan modal besar, TSMC telah menjadi pemimpin dunia dalam proses 7nm, dan juga pabrik produksi massal pertama di dunia untuk proses 5nm, dominasi untuk 3nm juga tinggal diraih.
TETO menyebutkan. belum lama ini, TSMC mengumumkan bahwa mereka telah membuat terobosan besar dalam pengembangan dan penelitian (R&D) 2nm dan telah berhasil menemukan jalur masuknya. Kalangan bisnis menyimpulkan bahwa waktu peluncuran produk 2nm TSMC akan terealisasi antara 2023-2024, dan bisa terus mempertahankan posisi terdepan secara mutlak di pasar IC foundry global.
Adapun Samsung Electronics Korea Selatan, akibat pandemi, rencana peralatan skala besar dan R&D jadi tertunda. Selain hasil produksi yang kurang tinggi dari proses 7nm, sebelumnya perusahaan juga mengumumkan mereka akan melewati 5nm dan langsung mengembangkan teknologi 3nm. Diketahui oleh dunia luar bahwa itu hanya setara dengan produk 5nm dari TSMC. Dalam hal penguasan teknologi, Samsung setidaknya satu tahun lebih terbelakang daripada TSMC.
Sedangkan untuk Intel, seiring teknologi proses chip canggih yang secara bertahap kehilangan daya saingnya, perusahaan telah mulai mendiskusikan tentang apakah masih terus melanjutkan bisnis pembuatan chip.Karena biaya untuk membangun dan maintenance manufaktur wafer sangat tinggi. Jika semata-mata berdasarkan pertimbangan biaya, Intel akan menunjuk IC foundry yang berteknologi lebih maju seperti TSMC untuk memproduksi chip di masa depan.
Lihat Juga :