Ditanya Teknologi Mobil Listrik China Lebih Maju dari Jepang, BYD Jawab Begini

Jum'at, 29 Desember 2023 - 18:41 WIB
loading...
Ditanya Teknologi Mobil...
General Manager BYD Asia-Pasific Auto Sales Division Liu Xueliang memberikan alasan mengapa kemajuan mobil listrik di China sangat cepat. Foto: BYD Indonesia
A A A
SHENZEN - Banyak yang menganggap perkembangan mobil listrik di China lebih baik dibandingkan Jepang. Bos BYD Asia Tenggara dan Jepang Liu Xueliang memberikan tanggapan soal itu.

Saat ini China sudah menjadi produsen mobil listrik terbesar di dunia, melampaui Eropa, Amerika, dan Jepang. Di kategori mobil penumpang, misalnya, total penjualan mobil listrik China yang diekspor di dunia mencapai 10,2 juta unit pada 2022.

Jauh lebih besar dibandingkan Eropa (19,4 persen), Amerika (9,7 persen), dan Jepang (1 persen).

Di semester pertama 2023, misalnya, China mengekspor 2,34 juta kendaraan. Sedikit lebih tinggi dari Jepang yang 2,02 juta kendaraan. Beberapa pabrikan yang aktif mengekspor kendaraan mereka ke pasar internasional, antara lain Xpeng, Nio, serta BYD.

Desember ini, BYD menargetkan menjual 320.000 unit kendaraan untuk mencapai target total mereka sebesar 3 juta unit mobil di sepanjang 2023. Sekitar 90 persen penjualan BYD ada di China dan 10 persen untuk pasar internasional.

General Manager BYD Asia-Pasific Auto Sales Division Liu Xueliang berkomentar soal pesatnya kemajuan teknologi mobil listrik China yang semakin mendunia. Bahkan, sudah dianggap jauh lebih maju dibandingkan dengan Jepang, raja otomotif dunia itu.

”Kami tentu saja sangat menghargai pabrikan Jepang yang terus meningkatkan investasi mereka di wilayah ASEAN,” ungkap Liu.

Ditanya Teknologi Mobil Listrik China Lebih Maju dari Jepang, BYD Jawab Begini

Supercar BYD YangWang U9 dipamerkan di kantor pusat BYD di Shenzen, China. Foto: Sindonews/Danang Arradian

Tapi, ia berpendapat Battery Electric Vehicle (BEV) akan memberikan pengaruh besar terhadap penciptaan era baru transportasi. “Kami berharap bisa menciptakan masa depan baru di industri otomotif, bisa membuat revolusi. Karena itu, BYD fokus pada langkah-langkah praktis untuk mendorong elektrifikasi,” ungkapnya.

Di Indonesia, misalnya, Liu menyebut bahwa BYD akan masuk dengan kendaraan di kelas menengah dan premium. “Baru kemudian secara berlahan masuk ke seluruh lini produk,” ungkapnya.

Liu juga menyadari sudah banyak merek China yang terlebih dulu melakukan penetrasi ke pasar Indonesia. “Menurut kami itu bagus, karena akan memberikan lebih banyak pilihan ke konsumen Indonesia,” bebernya.



Ia juga paham bahwa masalah infrastruktur mobil listrik memang menghambat perkembangan kendaraan listrik. “Tapi ini wajar, tidak hanya terjadi di Indonesia. Namun juga negara-negara lain. China juga memiliki masalah yang sama 10 tahun lalu,” bebernya.

Ada 2 solusi yang ditawarkan oleh Liu terkait hal tersebut. “Pertama, dengan meningkatkan daya jelajah mobil hingga 500 km-600 km sekali ngecas. Dan kedua, tentu saja menambah infrastruktur pengisian daya,”tutupnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
Tantangan Produsen Mobil...
Tantangan Produsen Mobil Listrik China di Asia Tenggara: Realitas vs. Ambisi
Pabrik Hyundai di Georgia...
Pabrik Hyundai di Georgia Siap Produksi Ioniq 9 Tepat Waktu
Skywell Hadirkan Mobil...
Skywell Hadirkan Mobil Listrik China Pertama di Inggris
Rekomendasi
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
Mantan Penerjun Payung...
Mantan Penerjun Payung Milier Siap Ukir Sejarah di Arena Tinju Bare Knuckle
Update Arus Balik Lebaran,...
Update Arus Balik Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Macet Parah
Jadi Senjata China Lawan...
Jadi Senjata China Lawan Tarif Impor, AS Bidik 140 Perusahaan Chip
Mathew Baker Target...
Mathew Baker Target Lolos Fase Grup Piala Asia U-17 dan Jaga Clean Sheet
Prabowo Melayat Uskup...
Prabowo Melayat Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang di Gereja Katedral
Berita Terkini
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
1 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
3 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
4 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
5 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
6 jam yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
7 jam yang lalu
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved