Pameran Geneva Motor Show Semakin Sepi, Ini Penyebabnya

Senin, 29 Januari 2024 - 16:09 WIB
loading...
Pameran Geneva Motor...
Ajang pameran otomotif, Geneva Motor Show. FOTO/ GTSPIRIT
A A A
MILAN - Dahulu, Geneva Motor Show dianggap sebagai pameran otomotif terbesar dan terhebat di dunia. Di sinilah model konsep diperkenalkan ke publik dan banyak pabrikan berlomba-lomba ikut serta mengungkap model terbaiknya.

BACA JUGA - Absen 3 Tahun, Akhirnya Geneva Motor Show 2023 Siap Digelar Kembali

Seperti dilansir dari Autopro Senin (29/1/2024), kini roda telah berputar dan kejayaan masa lalu tidak akan terulang kembali. Untuk tahun ini, hanya delapan pabrikan yang mengonfirmasi keikutsertaan dalam pameran otomotif bersejarah ini.

Pameran tahun ini rencananya berlangsung pada 26 Februari hingga 3 Maret dan hanya dihadiri oleh dua perusahaan ternama asal Eropa, Renault dan Dacia.

Bagaimana dengan perusahaan Jepang? Bahkan tidak ada satu pun. Perusahaan peserta lainnya adalah BYD, Isuzu, Lucid, MG Motor, Microlino dan Pininfarina.

Jadi kalau ada yang kebetulan jalan-jalan ke Eropa dan ingin melihat model terbaru Mercedes-Benz, BMW, Lamborghini, Ferrari, Mini di pameran ini, lupakan saja. Proton dan Perodua tidak tersedia.

Jika diikuti, total ada 29 perusahaan yang ikut serta, namun selain 8 perusahaan yang disebutkan tadi, yang lainnya adalah perusahaan berbasis komponen dan aksesoris mobil serta tim balap.

Penurunan jumlah entri yang signifikan bukanlah hal yang mengejutkan karena adanya perubahan tren di mana produsen memilih platform lain untuk memperkenalkan produknya. Termasuk diantaranya paparan digital selain event regional yang lebih sesuai dengan target penjualan.

Mahalnya biaya juga menjadi salah satu faktor utama selain pengaruh situs media sosial yang semakin populer.

Mungkin tahun ini juga akan menjadi penentu motor show yang akan digelar di Eropa kedepannya.
Keindahan tanah bersejarah Swiss nampaknya gagal menarik partisipasi lebih banyak produsen mobil untuk ikut berpartisipasi kali ini.

Jika ini yang terjadi, peluang kita untuk mencapainya nampaknya semakin gelap.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Barisan Mobil Terbaru...
Barisan Mobil Terbaru yang Akan Tampil di GIIAS 2026 Diumumkan
Nissan Yakin Kembali...
Nissan Yakin Kembali Meraih Keuntungan Setelah Hampir Dua Tahun Terus Merugi
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Pameran Weaving Wonders...
Pameran Weaving Wonders Angkat Peran Perempuan NTT
Rekomendasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Berita Terkini
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved