Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?
loading...

Teknologi mobil listrik semakin berkembang dengan kehadiran baterai NCA, NMC dan LFP. (Foto: AFP)
A
A
A
JAKARTA - Teknologi mobil listrik semakin berkembang dengan kehadiran baterai berbasis Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA), Nikel Mangan Cobalt (NMC) dan Lithium Ferro-Phosphate (LFP). Mobil-mobil listrik dan hybrid yang beredar di Indonesia juga telah dibekali teknologi baterai di atas.
Tercatat mobil-mobil listrik China buatan Wuling dan BYD yang beredar di Indonesia telah menggunakan baterai LFP. Deretan mobil listrik Wuling yang menggunakan baterai LFP di antaranya Wuling Air Ev dan Binguo EV. Sementara BYD yang baru masuk pasar Indonesia mengeluarkan model Atto, Seal dan Dolphin.
Di kubu baterai Nikel Mangan Cobalt (NMC) ada nama besar Hyundai dan Toyota. Mobil-mobil listrik Hyundai seperti Ioniq 5 menggunakan baterai jenis ini. Hal yang sama juga dilakukan Toyota untuk Innova Zenix Hybrid. Adapun baterai Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) dipakai oleh Tesla untuk beberapa jenis mobilnya. Lantas lebih unggul mana antara baterai nikel dan lithium?
Baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) memiliki segudang keunggulan sehingga diproduksi secara massal untuk dipakai di mobil-mobil listrik, antara lain:
Baterai LFP sangat stabil secara termal dan kimiawi, membuatnya lebih tahan terhadap panas dan tidak mudah terbakar.
Baterai LFP dapat bertahan hingga 2.000-4.000 siklus pengisian dan pengosongan, jauh lebih lama dari baterai lithium-ion standar yang umumnya hanya 500-1.000 siklus. Hal ini membuat baterai LFP lebih hemat biaya dalam jangka panjang, terutama untuk perangkat yang membutuhkan pengisian daya yang sering.
Baterai LFP dapat dengan mudah mengeluarkan daya secara konsisten, bahkan pada tingkat pengosongan tinggi. Ini membuatnya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti kendaraan listrik.
Besi dan fosfat, bahan utama baterai LFP, adalah sumber daya yang melimpah dan harganya lebih murah dibandingkan dengan nikel dan kobalt yang dibutuhkan untuk beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya. Ini berpotensi membuat baterai LFP lebih terjangkau di masa depan.
Baterai LFP dapat disimpan dalam keadaan kosong untuk waktu yang lama tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
Baterai LFP tidak mengandung kobalt, mineral yang penambangannya sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia.
Tak hanya memiliki segudang kelebihan, baterai LFP juga banyak kekurangan, antara lain:
Baterai LFP memiliki kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan jenis baterai lithium-ion lainnya. Ini berarti baterai LFP membutuhkan ruang yang lebih besar untuk menyimpan energi yang sama.
Meskipun lebih stabil secara termal, baterai LFP dapat mengalami penurunan performa pada suhu yang sangat tinggi atau rendah.
Meski lebih hemat biaya dalam jangka panjang, harga awal baterai LFP bisa lebih mahal dibandingkan dengan beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya.
Tak kalah dengan LFP, Baterai Lithium-Ion berbasis Nikel Mangan Cobalt (NMC) dan Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) juga memiliki sederet keunggulan, antara lain:
Keunggulan Baterai Nikel Mangan Cobalt (NMC)
Baterai NMC memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai LFP, sehingga memungkinkan untuk menempuh jarak yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya.
Baterai NMC dapat memberikan performa yang lebih tinggi pada suhu ekstrim dibandingkan baterai LFP.
Nikel dan kobalt, bahan utama baterai NMC, memiliki ketersediaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lithium.
Kekurangan Baterai NMC
Baterai NMC kurang stabil secara termal dibandingkan baterai LFP, sehingga lebih mudah terbakar.
Baterai NMC memiliki siklus hidup yang lebih pendek dibandingkan baterai LFP.
Baterai NMC lebih mahal dibandingkan baterai LFP.
Baterai Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:
Baterai NCA memiliki kepadatan energi tertinggi di antara semua jenis baterai lithium-ion, memungkinkan jarak tempuh terjauh.
Baterai NCA memiliki performa yang sangat baik pada suhu tinggi.
Baterai NCA memiliki daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan baterai NMC.
Kekurangan NCA
Baterai NCA kurang aman dibandingkan baterai NMC dan LFP, karena lebih mudah terbakar.
Kobalt, bahan utama baterai NCA, merupakan bahan langka dan mahal.
Baterai NCA kurang stabil dibandingkan baterai NMC.
Tercatat mobil-mobil listrik China buatan Wuling dan BYD yang beredar di Indonesia telah menggunakan baterai LFP. Deretan mobil listrik Wuling yang menggunakan baterai LFP di antaranya Wuling Air Ev dan Binguo EV. Sementara BYD yang baru masuk pasar Indonesia mengeluarkan model Atto, Seal dan Dolphin.
Di kubu baterai Nikel Mangan Cobalt (NMC) ada nama besar Hyundai dan Toyota. Mobil-mobil listrik Hyundai seperti Ioniq 5 menggunakan baterai jenis ini. Hal yang sama juga dilakukan Toyota untuk Innova Zenix Hybrid. Adapun baterai Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) dipakai oleh Tesla untuk beberapa jenis mobilnya. Lantas lebih unggul mana antara baterai nikel dan lithium?
Keunggulan dan Kekurangan Baterai LFP
Baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) memiliki segudang keunggulan sehingga diproduksi secara massal untuk dipakai di mobil-mobil listrik, antara lain:
1. Keamanan tinggi
Baterai LFP sangat stabil secara termal dan kimiawi, membuatnya lebih tahan terhadap panas dan tidak mudah terbakar.
2. Siklus hidup panjang
Baterai LFP dapat bertahan hingga 2.000-4.000 siklus pengisian dan pengosongan, jauh lebih lama dari baterai lithium-ion standar yang umumnya hanya 500-1.000 siklus. Hal ini membuat baterai LFP lebih hemat biaya dalam jangka panjang, terutama untuk perangkat yang membutuhkan pengisian daya yang sering.
3. Daya stabil
Baterai LFP dapat dengan mudah mengeluarkan daya secara konsisten, bahkan pada tingkat pengosongan tinggi. Ini membuatnya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti kendaraan listrik.
4. Bahan baku melimpah dan murah
Besi dan fosfat, bahan utama baterai LFP, adalah sumber daya yang melimpah dan harganya lebih murah dibandingkan dengan nikel dan kobalt yang dibutuhkan untuk beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya. Ini berpotensi membuat baterai LFP lebih terjangkau di masa depan.
5. Penyimpanan yang baik
Baterai LFP dapat disimpan dalam keadaan kosong untuk waktu yang lama tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
6. Ramah lingkungan
Baterai LFP tidak mengandung kobalt, mineral yang penambangannya sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia.
Tak hanya memiliki segudang kelebihan, baterai LFP juga banyak kekurangan, antara lain:
1. Kepadatan energi lebih rendah
Baterai LFP memiliki kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan jenis baterai lithium-ion lainnya. Ini berarti baterai LFP membutuhkan ruang yang lebih besar untuk menyimpan energi yang sama.
2. Performa pada suhu ekstrim
Meskipun lebih stabil secara termal, baterai LFP dapat mengalami penurunan performa pada suhu yang sangat tinggi atau rendah.
3. Harga awal lebih tinggi
Meski lebih hemat biaya dalam jangka panjang, harga awal baterai LFP bisa lebih mahal dibandingkan dengan beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya.
Keunggulan dan Kekurangan Baterai Nikel
Tak kalah dengan LFP, Baterai Lithium-Ion berbasis Nikel Mangan Cobalt (NMC) dan Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) juga memiliki sederet keunggulan, antara lain:
Keunggulan Baterai Nikel Mangan Cobalt (NMC)
1. Kepadatan energi tinggi
Baterai NMC memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai LFP, sehingga memungkinkan untuk menempuh jarak yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya.
2. Performa tinggi
Baterai NMC dapat memberikan performa yang lebih tinggi pada suhu ekstrim dibandingkan baterai LFP.
3. Ketersediaan bahan baku
Nikel dan kobalt, bahan utama baterai NMC, memiliki ketersediaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lithium.
Kekurangan Baterai NMC
1. Stabilitas termal
Baterai NMC kurang stabil secara termal dibandingkan baterai LFP, sehingga lebih mudah terbakar.
2. Siklus hidup
Baterai NMC memiliki siklus hidup yang lebih pendek dibandingkan baterai LFP.
3. Harga
Baterai NMC lebih mahal dibandingkan baterai LFP.
Keunggulan dan Kekurangan Baterai Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA)
Baterai Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:
1. Kepadatan energi tertingggi
Baterai NCA memiliki kepadatan energi tertinggi di antara semua jenis baterai lithium-ion, memungkinkan jarak tempuh terjauh.
2. Performa tinggi
Baterai NCA memiliki performa yang sangat baik pada suhu tinggi.
3. Daya tahan
Baterai NCA memiliki daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan baterai NMC.
Kekurangan NCA
1. Keamanan
Baterai NCA kurang aman dibandingkan baterai NMC dan LFP, karena lebih mudah terbakar.
2. Kelangkaan bahan baku
Kobalt, bahan utama baterai NCA, merupakan bahan langka dan mahal.
3. Kestabilan
Baterai NCA kurang stabil dibandingkan baterai NMC.
(msf)
Lihat Juga :