Penjualan Mobil Listrik Meningkat, Unsur TKDN Diminta untuk Ditingkatkan

Minggu, 04 Februari 2024 - 06:02 WIB
loading...
Penjualan Mobil Listrik...
Stasiun pengisian daya mobil listrik. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah bergerak progresif dalam merangsang adopsi kendaraan listrik (EV) melalui berbagai insentif pajak, dengan harapan untuk meningkatkan daya saing negara dalam pasar global EV.

BACA JUGA - Hyundai Minta Pemerintah Bedakan Subsidi Mobil Listrik CKD dan CBU

Kebijakan insentif yang agresif ini mencakup pembebasan dan potongan pajak yang signifikan, mulai dari libur pajak hingga 20 tahun hingga pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk produk-produk tertentu di industri EV.

Perubahan terbaru dalam regulasi, terutama Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2023, menekankan pada insentif untuk produsen BEV yang berkomitmen membangun pabrik di Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan pembuatan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. Insentif ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia, termasuk dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Namun, kebijakan ini juga membawa tantangan tersendiri. Pengenalan insentif untuk kendaraan listrik Completely Built Up (CBU) dapat memperluas pilihan model EV bagi konsumen Indonesia.

Namun, ini berisiko mengurangi penjualan EV lokal dan menunda perkembangan industri hulu seperti pertambangan dan pemurnian yang penting bagi ekosistem kendaraan listrik. Thailand, yang memiliki sumber daya mineral dan manusia untuk membangun fondasi EV yang kuat, menjadi contoh yang baik untuk diikuti, dimana negara tersebut berhasil membangun ekosistem EV yang lebih terintegrasi.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan bahwa pemerintah perlu mewaspadai agar penciptaan pasar kendaraan listrik dalam negeri nantinya tidak hanya dikuasai oleh produk impor perusahaan asing.

"Dalam penciptaan pasar kendaraan listrik pemerintah harus mewaspadai jangan sampai pasar dalam negeri dikuasai oleh produk impor perusahaan asing, seperti yang terjadi pada industri otomotif konvensional," kata Fahmy dikutip dari Antara.

Selain itu, adanya ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya dapat menghambat pengalaman mobilitas kendaraan listrik bagi konsumen. Fahmi menambahkan bahwa Infrastruktur stasiun pengisian listrik merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembentukan ekosistem industri kendaraan listrik.

Kehadiran EV CBU yang lebih banyak juga bisa mempengaruhi kualitas layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang resmi. Pengalaman konsumen tidak hanya ditentukan dari kualitas produk, tetapi juga dari kelengkapan layanan after sales yang dinikmati.

Dalam jangka panjang, Indonesia perlu memastikan bahwa kebijakan insentif tidak hanya menarik investor dan konsumen tetapi juga mendukung pertumbuhan industri EV domestik secara berkelanjutan. Kebijakan harus dirancang untuk mendorong investasi di sektor hulu, seperti pertambangan dan produksi baterai, yang akan memberikan nilai tambah lebih besar bagi ekonomi Indonesia.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang dapat dijadikan keunggulan kompetitif dalam industri baterai EV. Namun, regulasi terbaru belum menyediakan insentif spesifik untuk produksi baterai lokal. Dibandingkan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat yang memberikan insentif untuk EV dengan baterai lokal, Indonesia harus merumuskan kebijakan serupa untuk memanfaatkan potensi ini secara maksimal.

Dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan EV, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan konsumen menjadi kunci. Kebijakan harus mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek untuk menarik investasi dan pertumbuhan pasar EV dengan visi jangka panjang untuk pengembangan industri EV yang berkelanjutan di Indonesia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lotus Memperkenalkan...
Lotus Memperkenalkan Struktur Baru untuk Eletre dan Emeya
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
Pabrikan Senjata Api...
Pabrikan Senjata Api AK 47 Kembali Produksi Motor Berwarna Pink?
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
Harga Mobil dan Motor...
Harga Mobil dan Motor Bakal Gila-gilaan Akibat Tarif Baru Donald Trump
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Awasi Efek Lanjutan...
Awasi Efek Lanjutan Tarif AS, Baja Impor Bisa Membanjiri Pasar RI
Mengakali Tarif Impor...
Mengakali Tarif Impor Terbaru Trump, Industri Tekstil Sebut Bisa dengan Kapas
Libur Lebaran 2025 Akan...
Libur Lebaran 2025 Akan Berakhir, Waspada Post Holiday Blues
Hasil Fulham vs Liverpool:...
Hasil Fulham vs Liverpool: Comeback Dramatis, Cottagers Bungkam The Reds 3-2
Dituduh Masuk Rumah...
Dituduh Masuk Rumah Kades Tanpa Izin, Remaja Ditabrak Motor lalu Ditelanjangi Keliling Kampung
Hasil Fulham vs Liverpool:...
Hasil Fulham vs Liverpool: The Cottagers Comeback, Skor 3-1 di Babak Pertama
Berita Terkini
CEO Baru Volvo Fokus...
CEO Baru Volvo Fokus ke Pasar Amerika: Produksi Lokal Jadi Kunci Atasi Tarif Impor!
1 hari yang lalu
Lotus Memperkenalkan...
Lotus Memperkenalkan Struktur Baru untuk Eletre dan Emeya
1 hari yang lalu
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
2 hari yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
2 hari yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
2 hari yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
2 hari yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved