Kenapa Terjadi Aquaplaning pada Mobil? Simak Penjelasan Lengkapnya
Rabu, 07 Februari 2024 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir dari laman resmi Suzuki, Rabu (7/2/2024), genangan air yang cukup besar otomatis akan membuat mobil kesulitan melaju atau bahkan tergelincir.
Faktanya, tak hanya karena genangan air, aquaplaning juga bisa terjadi karena kondisi kendaraan, faktor eksternal serta bobot kendaraan. Dalam beberapa kasus aquaplaning terjadi akibat air yang bergerak karena pergerakan kendaraan lain yang lewat. Ban mobil akan sulit dikendalikan karena daya cengkramnya menurun. Apalagi jika ban mobil sudah tipis. Resiko mengalami hydroplaning saat hujan akan lebih besar. Ban yang sudah tipis tidak bisa lagi memecah genangan air.
Bobot mobil juga berkontribusi terhadap aquaplaning. Semakin ringan bobotnya, mobil akan mudah terangkat jika melewati genangan air. Belum lagi jika mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan berair, maka akan mudah melayang atau mengambang.
Baca Juga: Hujan Deras, Ini 3 Jenis Aquaplaning yang Wajib Dihindari
Sebelum membahasa tentang cara mengatasi aquaplaning, ada baiknya mengenal dulu jenis-jenisnya sehingga respons yang diberikan tepat. Berdasarkan jenisnya, ada tiga kondisi aquaplaning, yaitu:
Terjadi ketika air mengangkat roda dari landasan. Ini karena genangan air menumpuk di depan ban dan mengangkatnya dari landasan.
Aquaplaning karet terbalik terjadi ketika ban terkunci, karet mulai meleleh, dan air yang terperangkap di bawah ban berubah menjadi uap. Ketika itu terjadi, berarti sedang mengendarai uap, dan ban akan meleleh dalam prosesnya.
Ketika oli atau akumulasi karet bergabung dengan air di landasan pacu, itu dapat membentuk lapisan cairan yang tidak dapat ditembus oleh ban. Hal ini terjadi biasanya di landasan pacu aspal mulus.
Langkah pertama yang harus dilakukan ketika mengalami aquaplaning adalah tetap tenang. Selanjutnya pegang setir lurus, jangan banting setir. Setelah itu lakukan engine brake lalu angkat kaki dari pedal gas perlahan, diikuti pengereman secara perlahan dengan halus, jika ban dirasa sudah menapak ke jalan lagi.
Sebagai langkah pencegahan aquaplaning , penting untuk membatasi kecepatan mobil terutama untuk kendaraan berbobot ringan ketika melintasi genangan air.
Kenapa Terjadi Aquaplaning pada Mobil?
Faktanya, tak hanya karena genangan air, aquaplaning juga bisa terjadi karena kondisi kendaraan, faktor eksternal serta bobot kendaraan. Dalam beberapa kasus aquaplaning terjadi akibat air yang bergerak karena pergerakan kendaraan lain yang lewat. Ban mobil akan sulit dikendalikan karena daya cengkramnya menurun. Apalagi jika ban mobil sudah tipis. Resiko mengalami hydroplaning saat hujan akan lebih besar. Ban yang sudah tipis tidak bisa lagi memecah genangan air.
Bobot mobil juga berkontribusi terhadap aquaplaning. Semakin ringan bobotnya, mobil akan mudah terangkat jika melewati genangan air. Belum lagi jika mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan berair, maka akan mudah melayang atau mengambang.
Baca Juga: Hujan Deras, Ini 3 Jenis Aquaplaning yang Wajib Dihindari
Cara mengatasi aquaplaning
Sebelum membahasa tentang cara mengatasi aquaplaning, ada baiknya mengenal dulu jenis-jenisnya sehingga respons yang diberikan tepat. Berdasarkan jenisnya, ada tiga kondisi aquaplaning, yaitu:
1. Dynamic Aquaplaning
Terjadi ketika air mengangkat roda dari landasan. Ini karena genangan air menumpuk di depan ban dan mengangkatnya dari landasan.
2. Aquaplaning Karet Terbalik
Aquaplaning karet terbalik terjadi ketika ban terkunci, karet mulai meleleh, dan air yang terperangkap di bawah ban berubah menjadi uap. Ketika itu terjadi, berarti sedang mengendarai uap, dan ban akan meleleh dalam prosesnya.
3. Viscous Aquaplaning
Ketika oli atau akumulasi karet bergabung dengan air di landasan pacu, itu dapat membentuk lapisan cairan yang tidak dapat ditembus oleh ban. Hal ini terjadi biasanya di landasan pacu aspal mulus.
Langkah pertama yang harus dilakukan ketika mengalami aquaplaning adalah tetap tenang. Selanjutnya pegang setir lurus, jangan banting setir. Setelah itu lakukan engine brake lalu angkat kaki dari pedal gas perlahan, diikuti pengereman secara perlahan dengan halus, jika ban dirasa sudah menapak ke jalan lagi.
Sebagai langkah pencegahan aquaplaning , penting untuk membatasi kecepatan mobil terutama untuk kendaraan berbobot ringan ketika melintasi genangan air.
(msf)
Lihat Juga :