Kenapa Terjadi Aquaplaning pada Mobil? Simak Penjelasan Lengkapnya

Rabu, 07 Februari 2024 - 12:01 WIB
loading...
Kenapa Terjadi Aquaplaning...
Di musim penghujan, banyak kecelakaan fatal terjadi akibat aquaplaning. (Foto: Auto2000)
A A A
JAKARTA - Di musim penghujan, banyak kecelakaan fatal terjadi akibat aquaplaning baik di jalan raya biasa maupun di jalan bebas hambatan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah kenapa terjadi aquaplaning pada mobil?

Sebelum mengulas tentang penyebab aquaplaning ada baiknya lebih dulu mengenal istilah tersebut. Secara defenisi aquaplaning adalah suatu kondisi di mana kendaraan seperti mobil kehilangan daya cengkeram sehingga kehilangan kendali. Sebutan lain untuk aquaplaning adalah hydroplaning. Penyebab utama aquaplaning adalah genangan air akibat hujan dan banjir.

Technical Support Astra2000 Agus Mustafa mengatakan saat musim hujan, risiko mobil terkena aquaplaning semakin besar. Untuk itu, pengemudi dituntut menjaga kecepatan dan konsentrasi saat berkendara.

“Mobil melintir sesuai dengan kecepatannya. Jika melaju cepat dan ada genangan sangat besar kemungkinan untuk terkena aquaplaning. Jadi kita harus menjaga kecepatan dan konsentrasi saat berkendara,” ujar Agus, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tips Aman Menerjang Banjir: Cegah Water Hammer dan Risiko Aquaplaning

Dilansir dari laman resmi Suzuki, Rabu (7/2/2024), genangan air yang cukup besar otomatis akan membuat mobil kesulitan melaju atau bahkan tergelincir.

Kenapa Terjadi Aquaplaning pada Mobil?


Faktanya, tak hanya karena genangan air, aquaplaning juga bisa terjadi karena kondisi kendaraan, faktor eksternal serta bobot kendaraan. Dalam beberapa kasus aquaplaning terjadi akibat air yang bergerak karena pergerakan kendaraan lain yang lewat. Ban mobil akan sulit dikendalikan karena daya cengkramnya menurun. Apalagi jika ban mobil sudah tipis. Resiko mengalami hydroplaning saat hujan akan lebih besar. Ban yang sudah tipis tidak bisa lagi memecah genangan air.

Bobot mobil juga berkontribusi terhadap aquaplaning. Semakin ringan bobotnya, mobil akan mudah terangkat jika melewati genangan air. Belum lagi jika mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan berair, maka akan mudah melayang atau mengambang.

Baca Juga: Hujan Deras, Ini 3 Jenis Aquaplaning yang Wajib Dihindari

Cara mengatasi aquaplaning


Sebelum membahasa tentang cara mengatasi aquaplaning, ada baiknya mengenal dulu jenis-jenisnya sehingga respons yang diberikan tepat. Berdasarkan jenisnya, ada tiga kondisi aquaplaning, yaitu:

1. Dynamic Aquaplaning


Terjadi ketika air mengangkat roda dari landasan. Ini karena genangan air menumpuk di depan ban dan mengangkatnya dari landasan.

2. Aquaplaning Karet Terbalik


Aquaplaning karet terbalik terjadi ketika ban terkunci, karet mulai meleleh, dan air yang terperangkap di bawah ban berubah menjadi uap. Ketika itu terjadi, berarti sedang mengendarai uap, dan ban akan meleleh dalam prosesnya.

3. Viscous Aquaplaning


Ketika oli atau akumulasi karet bergabung dengan air di landasan pacu, itu dapat membentuk lapisan cairan yang tidak dapat ditembus oleh ban. Hal ini terjadi biasanya di landasan pacu aspal mulus.

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika mengalami aquaplaning adalah tetap tenang. Selanjutnya pegang setir lurus, jangan banting setir. Setelah itu lakukan engine brake lalu angkat kaki dari pedal gas perlahan, diikuti pengereman secara perlahan dengan halus, jika ban dirasa sudah menapak ke jalan lagi.

Sebagai langkah pencegahan aquaplaning , penting untuk membatasi kecepatan mobil terutama untuk kendaraan berbobot ringan ketika melintasi genangan air.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ada Korban Jiwa,...
Tak Ada Korban Jiwa, Pelajaran Mahal dari Tol Kunciran: Pengemudi Lamborghini Wajib Ganti Rugi Kerusakan Fasilitas Tol
Horor di Parkiran Mal:...
Horor di Parkiran Mal: Kaki Lansia Salah Injak Pedal, Tujuh Mobil Jadi Korban, Haruskah Ada Batas Usia Menyetir?
Viral Penumpang Ojol...
Viral Penumpang Ojol Dihantam Palang: Hidung Remuk, Tuntut Ganti Rugi Rp80 Juta ke Gojek!
Tragedi Bus ALS: 12...
Tragedi Bus ALS: 12 Orang Tewas, Ternyata Busnya Bodong!
Nyawa di Ujung Tanduk:...
Nyawa di Ujung Tanduk: Mengapa Sabuk Pengaman Wajib Hukumnya di Bus?
Avanza Zombie Gemparkan...
Avanza Zombie Gemparkan Jagat Maya: Ringsek Parah, Tetap Melaju Perkasa!
Penyebab Kecelakaan...
Penyebab Kecelakaan Mobil yang Ditumpangi Anggota DPR dari PKB Gus Hilman, Sopir Diduga Mengantuk
BMKG Prediksi Jakarta...
BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan pada Besok Sore
Anggota DPR dari PKB...
Anggota DPR dari PKB Muhammad Hilman Mufidi Kecelakaan di Tol, 2 Staf Tewas
Rekomendasi
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved