Optimisme Jokowi: Mobil Listrik Indonesia Bisa Bersaing Kuat di Pasar Global
Jum'at, 16 Februari 2024 - 08:43 WIB
loading...
Presiden Jokowi membuka Indonesian International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024). Foto: Sindonews/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meyakini mobil listrik buatan Tanah Air memiliki keunggulan. Sebab, ada banyak sumber daya alam, seperti nikel, yang dibutuhkan untuk kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi saat kunjungan ke pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menilai kendaraan listrik menjadi masa depan industri otomotif Indonesia.
“Saya melihat baik. Banyak yang dipamerkan, mobil listrik. Ya memang masa depan otomotif Indonesia itu di mobil listrik karena kita memiliki bahan baku nikel dan yang lainnya,” kata Jokowi di IIMS 2024, Kamis (15/2/2024).
Jokowi meyakini mobil listrik buatan Indonesia memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing dengan negara lain. Terlebih, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap kendaraan listrik berupa insentif.
“Ya sementara belum (ditambah insentifnya). Tapi kita sudah mendorong dengan pengurangan PPN. Saya kira ini akan mendorong penjualan dan nanti baliknya mendorong subsidi pabrik-pabrik electric vehicle yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi saat kunjungan ke pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menilai kendaraan listrik menjadi masa depan industri otomotif Indonesia.
“Saya melihat baik. Banyak yang dipamerkan, mobil listrik. Ya memang masa depan otomotif Indonesia itu di mobil listrik karena kita memiliki bahan baku nikel dan yang lainnya,” kata Jokowi di IIMS 2024, Kamis (15/2/2024).
Jokowi meyakini mobil listrik buatan Indonesia memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing dengan negara lain. Terlebih, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap kendaraan listrik berupa insentif.
“Ya sementara belum (ditambah insentifnya). Tapi kita sudah mendorong dengan pengurangan PPN. Saya kira ini akan mendorong penjualan dan nanti baliknya mendorong subsidi pabrik-pabrik electric vehicle yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Lihat Juga :