Pemerintah Dorong Standarisasi Baterai Kendaraan Listrik, Tarik Investor Bangun Pabrik di Indonesia

Jum'at, 16 Februari 2024 - 10:25 WIB
loading...
Pemerintah Dorong Standarisasi...
IIMS 2024 ditandai dengan maraknya pabrikan kendaraan listrik yang segera masuk di Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa persaingan di industri mobil listrik terletak pada teknologi baterai. Karena itu, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan jarak tempuh dan menekan ongkos produksi.

Baterai sendiri merupakan komponen utama pada sebuah kendaraan listrik yang berfungsi menyalurkan tenaga.

Namun, saat ini ada banyak ragam jenis baterai di Indonesia. Mulai dari NCM hingga LFP, sehingga pemerintah merasa perlu adanya standarisasi demi mempermudah konsumen.

“Baterai itu semakin lama harus semakin jauh jarak tempuhnya dan efisien, tentu harganya harus lebih murah. Itu yang dicari oleh para inovator agar bagaimana membuat baterai seperti itu,” ujar Menperin Agus di pameran IIMS 2024, Kamis (15/2/2024).

Menperin juga menegaskan bahwa pemerintah terus memformulasikan insentif yang dapat menarik investor untuk membangun pabrik baterai di Indonesia. Sehingga, kandungan lokal dalam baterai kendaraan listrik semakin tinggi.

“Pasti dong (siapkan insentif). Kita sudah siapkan insentif semua kita bisa siapakan untuk komeptitif dengan Thailand. Tetap kita jalankan tetap ada. Base-nya tetap TKDN ga bisa kita lepas,” kata Agus.

“Cuma perbedaannya, nanti yang kita nilai yang fokusnya ada di berat baterainya, berapa besar dia punya konten lokal,” sambungnya. Selain itu, Menperin juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengkaji regulasi baterai untuk motor dan mobil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Wakil Presiden RI Tinjau...
Wakil Presiden RI Tinjau Fasilitas Produksi dan Proses Konversi Motor Listrik United E-Motor Plant 3
Rekomendasi
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
2024, Pemerintah Targetkan...
2024, Pemerintah Targetkan Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved