Dua Pola Berulang di Balik Kecelakaan Bus Pariwisata
Jum'at, 24 Mei 2024 - 16:26 WIB
loading...
A
A
A
“Kemudian hampir semua pengguna membuat itinerari perjalanan sungguh tidak manusiawi. Aktivitas dari pagi hingga sore untuk berwisata, kemudian malamnya berada di jalan untuk pulang,” ujarnya.
Baca Juga: 4 Jenis Bus Pariwisata dari yang Terkecil Hingga Terbesar
“Kalaupun ada waktu istirahat, hampir semuanya tidak ada yang memberi pengemudi tempat istirahat memadai. Peserta wisata tidur di hotel, pengemudi tidur di bus,” lanjut Djoko.
Selain itu, saat ini sebagian besar bus pariwisata merupakan armada bekas yang sebelumnya digunakan untuk trayek AKAP atau AKDP. Terlebih pemilik PO bus juga kerap tak melengkapi armada dengan izin yang sesuai.
“Pengawasan di lapangan sangat sulit, dan masih berplat kendaraan warna kuning. Semua kecelakaan bus periwisata yang diinvestigasi KNKT adalah bus tanpa izin yang merupakan bus bekas peremajaan dari bus AKAP/AKDP,” ucap Djoko.
Baca Juga: 4 Jenis Bus Pariwisata dari yang Terkecil Hingga Terbesar
“Kalaupun ada waktu istirahat, hampir semuanya tidak ada yang memberi pengemudi tempat istirahat memadai. Peserta wisata tidur di hotel, pengemudi tidur di bus,” lanjut Djoko.
Selain itu, saat ini sebagian besar bus pariwisata merupakan armada bekas yang sebelumnya digunakan untuk trayek AKAP atau AKDP. Terlebih pemilik PO bus juga kerap tak melengkapi armada dengan izin yang sesuai.
“Pengawasan di lapangan sangat sulit, dan masih berplat kendaraan warna kuning. Semua kecelakaan bus periwisata yang diinvestigasi KNKT adalah bus tanpa izin yang merupakan bus bekas peremajaan dari bus AKAP/AKDP,” ucap Djoko.
(msf)
Lihat Juga :