Hyundai Recall Ioniq 5 Karena Masalah Software, Kia: Kita Perbaiki Diam-diam
Jum'at, 31 Mei 2024 - 11:08 WIB
loading...
Karena populasi pengguna mobil listrik Kia sedikit, maka alih-alih melakukan perbaikan mereka memperbaiki diam-diam di bengkel. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi melakukan kampanye recall atau penarikan mobil listrik Ioniq 5. Penyebabnya adalah pembaruan software Integrated Charge Control Unit (ICCU). Nah, bagaimana dengan Kia EV6 yang punya masalah serupa di global?
Marketing & Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA) Ario Soerjo mengatakan, pihaknya sudah menangani permasalahan tersebut. Saat ini, Kia mulai melakukan perbaikan kepada unit-unit Kia EV6 yang terdampak.
Tetapi, Ario menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pengumuman recall Kia EV6 lantaran populasi mobil ini masih sedikit di Indonesia. Oleh sebab itu, pemberitahuan langsung dikirimkan melalui surat resmi kepada pemilik EV6.
“Informasinya sudah lumayan lama. Jadi karena populasi kita (Kia EV6) belum banyak (di Indonesia), kita masih bisa lakukan (perbaikan software). Kita sudah dapat list-nya yang terdampak atau tidak. Itu kan sebenarnya hanya upgrade software. Kita bisa kerjakan secara silent di bengkel,” kata Ario kepada wartawan di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Namun, Ario tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah unit Kia EV6 yang sudah melkaukan perbaikan software ICCU.
Kendati begitu, ia meminta kepada seluruh pemilik EV6 yang belum melakukan perbaikan untuk segera datang ke bengkel.
“Ada sekitar belasan unit. Permasalahan di software ini bisa mengganggu sejumlah fungsi. Jadi ada yang bisa ultra fast charging, tapi (sistem pengecasan) AC-nya nggak bisa. Ada yang AC-nya bisa, ultra fast-nya nggak bisa,” ujarnya.
Marketing & Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA) Ario Soerjo mengatakan, pihaknya sudah menangani permasalahan tersebut. Saat ini, Kia mulai melakukan perbaikan kepada unit-unit Kia EV6 yang terdampak.
Tetapi, Ario menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pengumuman recall Kia EV6 lantaran populasi mobil ini masih sedikit di Indonesia. Oleh sebab itu, pemberitahuan langsung dikirimkan melalui surat resmi kepada pemilik EV6.
“Informasinya sudah lumayan lama. Jadi karena populasi kita (Kia EV6) belum banyak (di Indonesia), kita masih bisa lakukan (perbaikan software). Kita sudah dapat list-nya yang terdampak atau tidak. Itu kan sebenarnya hanya upgrade software. Kita bisa kerjakan secara silent di bengkel,” kata Ario kepada wartawan di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Namun, Ario tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah unit Kia EV6 yang sudah melkaukan perbaikan software ICCU.
Kendati begitu, ia meminta kepada seluruh pemilik EV6 yang belum melakukan perbaikan untuk segera datang ke bengkel.
“Ada sekitar belasan unit. Permasalahan di software ini bisa mengganggu sejumlah fungsi. Jadi ada yang bisa ultra fast charging, tapi (sistem pengecasan) AC-nya nggak bisa. Ada yang AC-nya bisa, ultra fast-nya nggak bisa,” ujarnya.
Lihat Juga :