Diprediksi Meluncur di Indonesia, Ini Tujuan Yamaha Pakai Mesin Turbo
Minggu, 09 Juni 2024 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Dan jauh sebelumnya, pada 1982-1984 Yamaha sendiri pernah punya mesin 4 silinder turbocharged XJ650 berkapasitas 653cc bertenaga 90 hp pada 9.000 rpm.
Untuk pengembagan kali ini, perusahaan sepedamotor berlambang garpu tala tersebut kabarnya memulai eksperimennya ini dengan tata letak turbo pada mesin.
Memiliki dimensi yang lebih kecil, penempatan turbo pada mesin sepedamotor tentu menjadi tantangan tersendiri. Dan Yamaha mencoba meletakannya di dalam knalpot yang tergolong kurang lazim posisinya sementara lainnya disematkan sewajarnya di dekat manifold.
Yamaha sendiri akhirnya memutuskan untuk menggunakan opsi kedua yang memang posisi lazim turbo di industri otomotif. Dan letak konvensiobal ini terkait pula dalam hal biaya serta kemudahan penginstalan saat produksi.
Tantangan selanjutnya dari penggunaan turbo di mesin sepedamotor adalah soal keselamatan. Seperti kita ketahui, turbo membuat akselerasi mesin makin galak dan ini bukan tidak mungkin memberikan petaka jika tidak bisa dikendalikan oleh bikers dengan sempurna.
Power to weight ratio (PWR) atau rasio tenaga dengan body sepedamotor tentu akan sangat jomplang jika mesin menggunakan turbo. Contoh Yamaha MT-10, memiliki bobot sekitar 212 kg punya mesin non turbo berkapasitas 1.0-liter dengan tenaga 158 hp.
Tanpa turbo saja PWRnya sudah mencapai 0.7 hp/kg, rasionya mendekati 1:1, lalu bagaimana saat dilengkapi turbo ?. Tentu akan menjadi tantangan tersendiri saat mengendalikannya, ini juga diakui Yamaha.
Untuk pengembagan kali ini, perusahaan sepedamotor berlambang garpu tala tersebut kabarnya memulai eksperimennya ini dengan tata letak turbo pada mesin.
Memiliki dimensi yang lebih kecil, penempatan turbo pada mesin sepedamotor tentu menjadi tantangan tersendiri. Dan Yamaha mencoba meletakannya di dalam knalpot yang tergolong kurang lazim posisinya sementara lainnya disematkan sewajarnya di dekat manifold.
Yamaha sendiri akhirnya memutuskan untuk menggunakan opsi kedua yang memang posisi lazim turbo di industri otomotif. Dan letak konvensiobal ini terkait pula dalam hal biaya serta kemudahan penginstalan saat produksi.
Tantangan selanjutnya dari penggunaan turbo di mesin sepedamotor adalah soal keselamatan. Seperti kita ketahui, turbo membuat akselerasi mesin makin galak dan ini bukan tidak mungkin memberikan petaka jika tidak bisa dikendalikan oleh bikers dengan sempurna.
Power to weight ratio (PWR) atau rasio tenaga dengan body sepedamotor tentu akan sangat jomplang jika mesin menggunakan turbo. Contoh Yamaha MT-10, memiliki bobot sekitar 212 kg punya mesin non turbo berkapasitas 1.0-liter dengan tenaga 158 hp.
Tanpa turbo saja PWRnya sudah mencapai 0.7 hp/kg, rasionya mendekati 1:1, lalu bagaimana saat dilengkapi turbo ?. Tentu akan menjadi tantangan tersendiri saat mengendalikannya, ini juga diakui Yamaha.
Lihat Juga :