Toyota Beri Saran yang Bisa Dongkrak Penjualan Mobil di Indonesia
Selasa, 30 Juli 2024 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai produsen, Toyota juga telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan penjualan mobil di Indonesia. Bahkan, produsen asal Jepang itu juga telah menahan kenaikan harga mobil yang mereka jual sebelum Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan saran.
Toyota juga telah memberikan paket kredit murah, memperkuat aktivitas dealer, dan meluncurkan produk-produk baru. Namun, Anton menegaskan, langkah tersebut tetap harus dibarengi dengan insentif khusus.
"Tapi itu ada batasnya juga ya. Kalau kita mau naikkan market dari semester satu ke semester dua, tapi untuk mengisi gap di semester satu itu kan masih sangat besar kalau bicara 1 juta unit. Jadi butuh dorongan atau support lebih lanjut," ujarnya.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto juga merasa pembebasan PPnBM akan meringankan beban masyarakat dalam memboyong kendaraan. Sebab, harga mobil akan terpangkas puluhan juta rupiah karena tidak ada pajak yang perlu mereka tanggung.
"Kita minta kepada pemerintah agar ada insentif sementara seperti saat Covid-19 lalu. Yaitu, pengurangan atau penghapusan PPnBM bagi mobil yang diproduksi di dalam negeri dengan TKDN tinggi seperti 60 persen ke atas. Supaya harga terjangkau," ucap Jongkie.
Toyota juga telah memberikan paket kredit murah, memperkuat aktivitas dealer, dan meluncurkan produk-produk baru. Namun, Anton menegaskan, langkah tersebut tetap harus dibarengi dengan insentif khusus.
"Tapi itu ada batasnya juga ya. Kalau kita mau naikkan market dari semester satu ke semester dua, tapi untuk mengisi gap di semester satu itu kan masih sangat besar kalau bicara 1 juta unit. Jadi butuh dorongan atau support lebih lanjut," ujarnya.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto juga merasa pembebasan PPnBM akan meringankan beban masyarakat dalam memboyong kendaraan. Sebab, harga mobil akan terpangkas puluhan juta rupiah karena tidak ada pajak yang perlu mereka tanggung.
"Kita minta kepada pemerintah agar ada insentif sementara seperti saat Covid-19 lalu. Yaitu, pengurangan atau penghapusan PPnBM bagi mobil yang diproduksi di dalam negeri dengan TKDN tinggi seperti 60 persen ke atas. Supaya harga terjangkau," ucap Jongkie.
(wbs)
Lihat Juga :