Tarif Impor AS Bakal Bikin Industri Otomotif Thailand Terpuruk
Rabu, 28 Mei 2025 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
Bank of Thailand (BOT) juga memperkirakan kebijakan perdagangan AS ini akan membatasi pertumbuhan ekonomi Thailand hingga di bawah 2,5 persen pada tahun 2025.
Bahkan, Passakorn memperingatkan bahwa persaingan dari negara lain yang akan mengalihkan ekspornya ke pasar tradisional Thailand dapat mendatangkan barang yang lebih murah dan melemahkan posisi industri lokal.
Saat ini Thailand menghadapi tekanan ganda seperti struktur industri yang ketinggalan zaman dan utang rumah tangga yang tinggi, yang membuat ekonominya lebih rentan terhadap guncangan global.
Oleh karena itu, OIE mengumumkan rencana reformasi besar-besaran yang melibatkan 9 sektor industri utama yang menyumbang 70 persen PDB manufaktur negara tersebut.
Di antara sektor yang akan difokuskan adalah:
Otomotif: Transisi ke kendaraan listrik dan hibrida, selain mempertahankan statusnya sebagai pusat produksi truk pikap dan mobil ramah lingkungan.
Petrokimia & Plastik: Promosi bioplastik dan plastik daur ulang sejalan dengan agenda hijau.
Bahkan, Passakorn memperingatkan bahwa persaingan dari negara lain yang akan mengalihkan ekspornya ke pasar tradisional Thailand dapat mendatangkan barang yang lebih murah dan melemahkan posisi industri lokal.
Saat ini Thailand menghadapi tekanan ganda seperti struktur industri yang ketinggalan zaman dan utang rumah tangga yang tinggi, yang membuat ekonominya lebih rentan terhadap guncangan global.
Oleh karena itu, OIE mengumumkan rencana reformasi besar-besaran yang melibatkan 9 sektor industri utama yang menyumbang 70 persen PDB manufaktur negara tersebut.
Di antara sektor yang akan difokuskan adalah:
Otomotif: Transisi ke kendaraan listrik dan hibrida, selain mempertahankan statusnya sebagai pusat produksi truk pikap dan mobil ramah lingkungan.
Petrokimia & Plastik: Promosi bioplastik dan plastik daur ulang sejalan dengan agenda hijau.
Lihat Juga :