Fakta Wuling Darion! Ternyata Artinya Dari Indonesia, TKDN 40%, Siap Diekspor dari Cikarang!
Jum'at, 07 November 2025 - 14:25 WIB
loading...
Resmi meluncur pertama kali di dunia, Wuling Darion (EV dan PHEV) ternyata memiliki arti nama Dari Indonesia, diproduksi di Cikarang dengan TKDN 40 persen, dan sedang disiapkan untuk pasar ekspor. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A
A
A
PIK - Wuling Motors (Wuling) resmi meluncurkan MPV (Multi Purpose Vehicle) terbarunya, Wuling Cortez Darion, pada Rabu (5/11/2025). Ada sejumlah fakta menarik di balik peluncuran mobil keluarga 7-penumpang ini.
Selain menjadi peluncuran pertama di dunia (world premiere), mobil ini dipastikan dirakit secara lokal di pabrik SGMW Motor Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, dan sedang dijajaki untuk menembus pasar ekspor.
Fakta paling menarik adalah arti di balik nama "Darion" itu sendiri. Pihak Wuling mengonfirmasi bahwa nama ini memiliki makna yang sangat kental dengan Indonesia.
"Darion" merupakan singkatan dari frasa "Dari Indonesia". Nama ini dipilih karena mobil ini dirancang, diproduksi, dan diluncurkan pertama kali di Tanah Air.
Penggunaan nama "Darion" (Dari Indonesia) adalah langkah branding yang sangat cerdas. Ini adalah upaya Wuling untuk membangun kedekatan emosional dan menepis citra sebagai "merek impor", serta memperkuat posisinya sebagai produsen lokal.
"Diproduksi di pabrik kami di Cikarang, kendaraan ini dirancang sesuai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia," kata Arif Pradana, Vice President Wuling Motors, di PIK 2, Tangerang. "Kami bangga mempersembahkan Wuling Darion, wujud nyata dari komitmen Wuling dalam menghadirkan kendaraan keluarga yang nyaman, modern, dan berkelanjutan."
Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, menambahkan bahwa peluncuran di Indonesia ini mendahului negara asalnya, China.
"Ini ya bisa dibilang karena Darion ini spesifikasinya spesial untuk market Indonesia saja. Dan juga bahkan di Tiongkok saat ini belum di-launching resmi juga untuk yang setipe," ujar Ricky.
Kandungan Lokal 40 Persen dan Rencana Ekspor
Komitmen Wuling untuk memproduksi Darion di Cikarang juga dibuktikan dengan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ricky menegaskan bahwa kandungan lokal MPV ini sudah cukup tinggi.
"Dan untuk TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) Darion saat ini sudah mencapai lebih dari 40 persen. Kita menunjukkan juga bahwa Wuling berkomitmen untuk jangka panjang," ujar Ricky.
Pencapaian TKDN lebih dari 40 persen bukan sekadar angka. Ini adalah syarat minimal yang ditetapkan pemerintah agar kendaraan listrik (EV) bisa mendapatkan insentif, seperti potongan PPN. Inilah faktor kunci yang memungkinkan Wuling menetapkan harga Darion EV di angka yang sangat kompetitif (Rp 356 juta seperti disebut di artikel sebelumnya).
Dengan statusnya sebagai basis produksi, Wuling berencana menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor untuk Wuling Darion.
"Ekspor, ya. Dari Indonesia karena Wuling sudah ekspor ke beberapa negara saat ini. Dan kita lagi penjajakan juga untuk produk ini bisa diekspor," kata Ricky.
Menurut Ricky, keputusan ini diambil murni berdasarkan riset dan masukan dari konsumen di Indonesia yang menginginkan kepraktisan lebih untuk sebuah mobil keluarga.
"Untuk sliding door, tujuan kita pertama ingin membawa produk yang nyaman dibawa keluarga Indonesia. Berdasarkan riset kita sangat berguna untuk akses keluar masuk yang mudah untuk semua anggota keluarga, saya rasa itu yang utama," ucapnya.
Jarak tempuh mode listrik murni Darion PHEV yang mencapai 125 km sangat tinggi di kelasnya (rata-rata PHEV lain berkisar 40-60 km). Ini membuatnya bisa berfungsi penuh sebagai mobil listrik harian untuk komuter, namun tetap aman untuk perjalanan jauh (>1.000 km), menjadikannya solusi "jembatan" yang sangat ideal bagi konsumenIndonesia.
Selain menjadi peluncuran pertama di dunia (world premiere), mobil ini dipastikan dirakit secara lokal di pabrik SGMW Motor Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, dan sedang dijajaki untuk menembus pasar ekspor.
Fakta paling menarik adalah arti di balik nama "Darion" itu sendiri. Pihak Wuling mengonfirmasi bahwa nama ini memiliki makna yang sangat kental dengan Indonesia.
"Darion" merupakan singkatan dari frasa "Dari Indonesia". Nama ini dipilih karena mobil ini dirancang, diproduksi, dan diluncurkan pertama kali di Tanah Air.
Penggunaan nama "Darion" (Dari Indonesia) adalah langkah branding yang sangat cerdas. Ini adalah upaya Wuling untuk membangun kedekatan emosional dan menepis citra sebagai "merek impor", serta memperkuat posisinya sebagai produsen lokal.
"Diproduksi di pabrik kami di Cikarang, kendaraan ini dirancang sesuai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia," kata Arif Pradana, Vice President Wuling Motors, di PIK 2, Tangerang. "Kami bangga mempersembahkan Wuling Darion, wujud nyata dari komitmen Wuling dalam menghadirkan kendaraan keluarga yang nyaman, modern, dan berkelanjutan."
Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, menambahkan bahwa peluncuran di Indonesia ini mendahului negara asalnya, China.
"Ini ya bisa dibilang karena Darion ini spesifikasinya spesial untuk market Indonesia saja. Dan juga bahkan di Tiongkok saat ini belum di-launching resmi juga untuk yang setipe," ujar Ricky.
Kandungan Lokal 40 Persen dan Rencana Ekspor
![Fakta Wuling Darion! Ternyata Artinya Dari Indonesia, TKDN 40%, Siap Diekspor dari Cikarang!]()
Komitmen Wuling untuk memproduksi Darion di Cikarang juga dibuktikan dengan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ricky menegaskan bahwa kandungan lokal MPV ini sudah cukup tinggi.
"Dan untuk TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) Darion saat ini sudah mencapai lebih dari 40 persen. Kita menunjukkan juga bahwa Wuling berkomitmen untuk jangka panjang," ujar Ricky.
Pencapaian TKDN lebih dari 40 persen bukan sekadar angka. Ini adalah syarat minimal yang ditetapkan pemerintah agar kendaraan listrik (EV) bisa mendapatkan insentif, seperti potongan PPN. Inilah faktor kunci yang memungkinkan Wuling menetapkan harga Darion EV di angka yang sangat kompetitif (Rp 356 juta seperti disebut di artikel sebelumnya).
Dengan statusnya sebagai basis produksi, Wuling berencana menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor untuk Wuling Darion.
"Ekspor, ya. Dari Indonesia karena Wuling sudah ekspor ke beberapa negara saat ini. Dan kita lagi penjajakan juga untuk produk ini bisa diekspor," kata Ricky.
Fitur Sesuai Riset Pasar Indonesia
Salah satu perubahan besar pada Wuling Darion adalah penggunaan pintu geser elektrik (sliding door), berbeda dari model Cortez sebelumnya yang memakai pintu engsel konvensional.Menurut Ricky, keputusan ini diambil murni berdasarkan riset dan masukan dari konsumen di Indonesia yang menginginkan kepraktisan lebih untuk sebuah mobil keluarga.
"Untuk sliding door, tujuan kita pertama ingin membawa produk yang nyaman dibawa keluarga Indonesia. Berdasarkan riset kita sangat berguna untuk akses keluar masuk yang mudah untuk semua anggota keluarga, saya rasa itu yang utama," ucapnya.
Jarak tempuh mode listrik murni Darion PHEV yang mencapai 125 km sangat tinggi di kelasnya (rata-rata PHEV lain berkisar 40-60 km). Ini membuatnya bisa berfungsi penuh sebagai mobil listrik harian untuk komuter, namun tetap aman untuk perjalanan jauh (>1.000 km), menjadikannya solusi "jembatan" yang sangat ideal bagi konsumenIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :