Ini 5 Alasan Psikologis Kenapa Bapak-Bapak (Gen X & Boomers) Ogah Beli Mobil Listrik!
Selasa, 18 November 2025 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
4. Identitas dan 'Greget' Mesin (ICE)
Bagi generasi ini, mobil bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah simbol kontrol, power (kekuatan), dan identitas yang diekspresikan melalui deru mesin. EV, yang senyap dan halus, dianggap "kurang greget", kurang kokoh, dan terlalu futuristik.Di sinilah letak kesalahan pendekatan emosional. "Jangan menjual EV sebagai masa depan," beber Yuswohady. "Emotional entry-nya bisa bicara stabilitas, kenyamanan, dan keamanan, bukan futurisme."
5. Trauma Teknologi 'Cepat Basi'
Terakhir, ada faktor trauma terhadap adopsi teknologi baru. Generasi ini khawatir teknologi EV berkembang terlalu cepat, membuat barang yang baru dibeli menjadi cepat usang."Muncul ketakutan seperti teknologi yang cepat sekali berubah. Sehingga barang yang sudah dibeli, bisa obsolete (ketinggalan zaman) dalam waktu hanya 2 tahun," papar Yuswohady.
Untuk mengatasi ketakutan ini, pabrikan perlu memberikan jaminan "future proofing".
"Pencegahannya, menurut Yuswohady, adalah future proofing seperti update software berkala, garansi baterai yang panjang, modularitas (kemudahan ganti komponen), hingga resale guarantee (jaminan harga jual kembali),"tutupnya.
(dan)
Lihat Juga :