Pemerintah Bakar Uang Rp7 Triliun Demi Rayu Raksasa Otomotif Asing, Efektif atau Buntung?
Sabtu, 06 Desember 2025 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
BYD, raksasa mobil listrik dunia, diklaim telah merealisasikan 90 persen investasinya senilai Rp11,2 triliun dengan target kapasitas produksi 150.000 unit per tahun.
Chery tak mau kalah, menyuntikkan tambahan modal Rp5,2 triliun dengan ambisi memegang dua hingga tiga merek pada 2030.
Sementara itu, Wuling yang sudah lebih dulu mapan, menggelontorkan Rp9,3 triliun untuk sektor otomotif dan tambahan Rp7,5 triliun khusus untuk pabrik baterai.
Pendatang baru dari Vietnam, VinFast, turut meramaikan dengan investasi Rp3,7 triliun untuk kapasitas 50.000 unit per tahun. Di sisi lain, pemain lama Hyundai menambah investasinya sebesar Rp20 triliun.
Ini adalah fasilitas "surga" bagi importir.
Chery tak mau kalah, menyuntikkan tambahan modal Rp5,2 triliun dengan ambisi memegang dua hingga tiga merek pada 2030.
Sementara itu, Wuling yang sudah lebih dulu mapan, menggelontorkan Rp9,3 triliun untuk sektor otomotif dan tambahan Rp7,5 triliun khusus untuk pabrik baterai.
Pendatang baru dari Vietnam, VinFast, turut meramaikan dengan investasi Rp3,7 triliun untuk kapasitas 50.000 unit per tahun. Di sisi lain, pemain lama Hyundai menambah investasinya sebesar Rp20 triliun.
Bom Waktu di Tahun 2026
Namun, publik perlu kritis melihat skema "tukar guling" ini. Selama dua tahun terakhir, keran impor mobil utuh (Completely Built Up/CBU) dibuka lebar tanpa bea masuk dan pajak barang mewah bagi mereka yang berkomitmen investasi.Ini adalah fasilitas "surga" bagi importir.
Lihat Juga :