Ketika Hybrid Uzur Pecundangi Ketangguhan Mobil Listrik, PHEV, Bahkan Bensin
Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Kegagalan ICCU dapat menyebabkan hilangnya tenaga secara tiba-tiba saat berkendara.
"Sisi negatif dari berbagi suku cadang dan desain di berbagai model dan merek adalah bahwa satu kesalahan dapat memengaruhi beberapa model sekaligus," kritik Fisher.
Hyundai, yang memiliki 33,88 persen saham di Kia, sebelumnya juga menghadapi masalah serupa dengan suku cadang yang digunakan bersama pada mobil bensin mereka, termasuk mesin rusak dan komponen pengereman yang berisiko terbakar.
Namun, pemain lama pun tidak kebal. Mazda, yang biasanya menjadi langganan peringkat atas reliabilitas, tahun ini mengalami kejatuhan tajam. Penyebabnya adalah peluncuran Mazda CX-90 dan CX-70.
"Setelah bertahun-tahun dengan desain yang teruji, CX-90 dan CX-70 adalah desain baru dari nol (ground-up) untuk model tahun 2024 dan 2025, termasuk mesin dan transmisinya. Itu memengaruhi skor keandalan merek tersebut," jelas Steven Elek, pemimpin program analisis data otomotif di CR. Akibatnya, Mazda kini menjadi pabrikan Jepang dengan peringkat terendah untuk keandalan mobil baru.
Nasib serupa dialami General Motors (GM). Debut arsitektur baterai dan motor listrik Ultium pada model tahun 2024 membawa masalah besar. Hampir setiap model yang menggunakan teknologi bersama ini—termasuk Chevrolet Blazer EV dan Cadillac Lyriq—memiliki skor keandalan di bawah rata-rata atau jauh di bawah rata-rata.
Bahkan Honda Prologue, yang dibangun dari kemitraan singkat dengan GM menggunakan platform ini, terseret memiliki keandalan di bawah rata-rata, mencoreng reputasi Honda yang biasanya solid.
"Sisi negatif dari berbagi suku cadang dan desain di berbagai model dan merek adalah bahwa satu kesalahan dapat memengaruhi beberapa model sekaligus," kritik Fisher.
Hyundai, yang memiliki 33,88 persen saham di Kia, sebelumnya juga menghadapi masalah serupa dengan suku cadang yang digunakan bersama pada mobil bensin mereka, termasuk mesin rusak dan komponen pengereman yang berisiko terbakar.
Pelajaran dari Mazda dan GM
Data CR juga menyoroti risiko membeli model "All-New" atau yang baru saja diluncurkan, baik dari merek rintisan (startup) maupun pemain lama (legacy). Merek startup seperti Lucid dan Rivian, yang baru mulai mengirimkan mobil pada 2021, masih berkutat di papan bawah peringkat reliabilitas karena "penyakit-penyakit awal".Namun, pemain lama pun tidak kebal. Mazda, yang biasanya menjadi langganan peringkat atas reliabilitas, tahun ini mengalami kejatuhan tajam. Penyebabnya adalah peluncuran Mazda CX-90 dan CX-70.
"Setelah bertahun-tahun dengan desain yang teruji, CX-90 dan CX-70 adalah desain baru dari nol (ground-up) untuk model tahun 2024 dan 2025, termasuk mesin dan transmisinya. Itu memengaruhi skor keandalan merek tersebut," jelas Steven Elek, pemimpin program analisis data otomotif di CR. Akibatnya, Mazda kini menjadi pabrikan Jepang dengan peringkat terendah untuk keandalan mobil baru.
Nasib serupa dialami General Motors (GM). Debut arsitektur baterai dan motor listrik Ultium pada model tahun 2024 membawa masalah besar. Hampir setiap model yang menggunakan teknologi bersama ini—termasuk Chevrolet Blazer EV dan Cadillac Lyriq—memiliki skor keandalan di bawah rata-rata atau jauh di bawah rata-rata.
Bahkan Honda Prologue, yang dibangun dari kemitraan singkat dengan GM menggunakan platform ini, terseret memiliki keandalan di bawah rata-rata, mencoreng reputasi Honda yang biasanya solid.
(dan)
Lihat Juga :