Selain BBM, Pasokan Kebutuhan Ini Akan Terganggu Akibat Selat Hormus Ditutup
Senin, 06 April 2026 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa negara berupaya untuk mendiversifikasi sumber pasokan mereka, seperti Korea Selatan yang mengimpor nafta dari Rusia dan menerapkan pembatasan ekspor untuk memastikan permintaan domestik. Namun, bisnis manufaktur masih menghadapi kenaikan biaya input yang tajam, terutama di industri berstandar tinggi seperti semikonduktor, otomotif, dan kemasan medis.
Menurut data pasar, harga plastik baru di Asia telah naik hingga 59% sejak akhir Februari. Di Thailand, harga kantong plastik meningkat sekitar 10%, sementara di India, biaya produksi air minum dalam botol meningkat karena kenaikan harga tutup botol plastik yang signifikan.
Para ahli memperingatkan bahwa Asia hanyalah wilayah pertama yang terkena dampak dan krisis dapat menyebar ke wilayah lain jika pasokan dari Timur Tengah tidak segera dipulihkan.
Beberapa bisnis mulai menunda pembelian bahan baku dengan harapan harga akan turun, sementara produsen lain berupaya memangkas biaya, seperti mengurangi jumlah plastik dalam kemasan atau beralih ke bahan alternatif seperti kertas, kaca, atau aluminium. Namun, solusi ini membutuhkan waktu dan biaya yang signifikan, dan pasokan bahan alternatif masih terbatas.
Para analis meyakini bahwa meskipun situasi di Selat Hormuz segera stabil, industri plastik dan manufaktur di Asia akan membutuhkan waktu berbulan-bulan lagi untuk pulih sepenuhnya.
Menurut data pasar, harga plastik baru di Asia telah naik hingga 59% sejak akhir Februari. Di Thailand, harga kantong plastik meningkat sekitar 10%, sementara di India, biaya produksi air minum dalam botol meningkat karena kenaikan harga tutup botol plastik yang signifikan.
Para ahli memperingatkan bahwa Asia hanyalah wilayah pertama yang terkena dampak dan krisis dapat menyebar ke wilayah lain jika pasokan dari Timur Tengah tidak segera dipulihkan.
Beberapa bisnis mulai menunda pembelian bahan baku dengan harapan harga akan turun, sementara produsen lain berupaya memangkas biaya, seperti mengurangi jumlah plastik dalam kemasan atau beralih ke bahan alternatif seperti kertas, kaca, atau aluminium. Namun, solusi ini membutuhkan waktu dan biaya yang signifikan, dan pasokan bahan alternatif masih terbatas.
Para analis meyakini bahwa meskipun situasi di Selat Hormuz segera stabil, industri plastik dan manufaktur di Asia akan membutuhkan waktu berbulan-bulan lagi untuk pulih sepenuhnya.
(wbs)
Lihat Juga :