Mengapa Chery bisa Menjajah Jalanan Dunia Hanya dalam 5 Tahun?

Sabtu, 25 April 2026 - 16:58 WIB
loading...
Mengapa Chery bisa Menjajah...
Chery mampu membuktikan bahwa mereka berhasil sukses di berbagai pasar di dunia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
BEIJING - Beijing Auto Show 2026 menjadi saksi bisu bagaimana pabrikan China, dipimpin oleh lonjakan agresif Chery, kini tidak lagi mengejar pasar global, melainkan mulai mendikte standar teknologi dunia.

Beijing sedang gila. Benar-benar gila. Pameran otomotif dua tahunan di ibu kota China ini baru saja dibuka. Angkanya bikin pusing: lebih dari 1.450 kendaraan dipajang. Ada 181 mobil yang melakukan debut global di sini.

Ini bukan lagi pameran mobil biasa. Tapi, jadi ajang pamer teknologi China kepada dunia.

Dulu merek asing merajai pasar ini. Sekarang? Terbalik. Pabrikan China sedang menetapkan standar baru. Mulai sistem mengemudi pintar hingga pengisian daya baterai yang kecepatannya tidak masuk akal.

Lihat saja mobil XPeng GX yang baru dikenalkan. CEO-nya, He Xiaopeng, pamer fitur kesehatan. Kalau Anda tertidur atau mendadak sakit saat menyetir di jalan tol, sensor mobil akan mendeteksinya. Mobil akan menepi sendiri secara otomatis dan memanggil layanan darurat.

Atau lihat urusan baterai. BYD pamer baterai "Blade" generasi baru yang bisa penuh dalam 9 menit. Belum cukup? CATL mengeluarkan jurus simpanan: baterai "Shenxing" versi terbaru. Cas dari 10 persen ke 98 persen cuma butuh waktu 6,5 menit!

Namun, ada satu nama yang pertumbuhannya tidak biasa: Chery.

Mengapa Chery bisa Menjajah Jalanan Dunia Hanya dalam 5 Tahun?

Chairman Chery, Yin Tongyao, membuka presentasinya dengan senyum lebar. Chery bukan lagi sekadar pemain lokal. Tapi, sudah menjelma jadi raksasa global dengan kecepatan yang mengerikan.

Pada 2020, ekspor Chery ke luar negeri hanya 114.000 unit. Lima tahun kemudian, pada 2025, angka itu melonjak menjadi 1,344 juta unit.

Artinya, ekspor mereka naik lebih dari 10 kali lipat hanya dalam separuh dekade!

Awal 2026 ini, akselerasinya makin edan. Maret kemarin, pertumbuhannya tembus 72 persen dibanding tahun lalu.

Kini, Chery beroperasi di lebih dari 130 negara dengan 5.800 jaringan global. Total pelanggannya? 6,35 juta orang. Kok bisa?

Setelah melihat langsung paparan strategi mereka dan produk yang disuguhkan di Beijing Motor Show 2026, kesimpulan SindoNews adalah ini: Chery bisa
melompat secepat ini karena mereka tidak mau terjebak dalam satu teknologi.

Mengapa Chery bisa Menjajah Jalanan Dunia Hanya dalam 5 Tahun?

Saat dunia masih sibuk berdebat soal "Listrik vs Hybrid", Chery mengambil semuanya. Mereka punya strategi multi-powertrain. Mesin bensin (ICE) tetap jalan, hibrida dikembangkan, EREV (Extended Range) dipacu, dan listrik murni (EV) tetap dibuat.

Mirip-mirip dengan strategi multi-pathway milik Toyota. Intinya, dimanapun konsumen berada Toyota (atau Chery) juga harus ada!

Hasilnya terlihat di struktur penjualan 2026. Kendaraan Energi Baru (NEV) menyumbang 75 persen dari total jualan mereka.

Rinciannya: PHEV 31 persen, BEV/EREV 23 persen, dan HEV 21 persen. Sisa 25 persen masih untuk mesin bensin.

Loncatan peringkatnya pun fantastis. Di negara-negara setir kanan (RHD) seperti Indonesia, Chery melesat dari peringkat 25 langsung ke peringkat 3 dunia.

Di Eropa pun mereka naik dari peringkat 32 ke posisi 24.

Strategi ini juga dirasa SindoNews sangat cocok untuk Indonesia. Konsumen kita masih sensitif soal jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya.

Dengan membawa teknologi EREV atau PHEV, Chery mengisi celah yang ditinggalkan oleh merek-merek mapan.

Dulu, Eropa mengincar China karena pasarnya gemuk. Sekarang nasib berputar. Pabrikan China kini membangun pabrik di Hongaria hingga Turki untuk melumat pasar Eropa dari dalam. Termasuk juga, pasar Asia Tenggara seperti Indonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bisa Lebih Murah,...
Harga Bisa Lebih Murah, Fitur Lebih Mewah: Chery QQ Bakal Ganggu Aion UT dan Geely EX2
EREV: Jalan Tengah yang...
EREV: Jalan Tengah yang Diam-Diam Jadi Jawaban Industri Otomotif
Mobil Tidak Lagi Butuh...
Mobil Tidak Lagi Butuh Sopir, Bisa Berpikir dan Mengambil Keputusan Sendiri
Chery Siapkan Mobil...
Chery Siapkan Mobil Tanpa Peta yang Lebih Pintar dari Manusia!
Bukan Sulap Bukan Sihir,...
Bukan Sulap Bukan Sihir, Segini Harga Asli Chery QQ3 di Wuhu China
Di Beijing Auto Show...
Di Beijing Auto Show 2026, Pabrikan Mobil China Pindahkan Otak Manusia ke Mobil
Mengapa Mobil Terbang...
Mengapa Mobil Terbang Jadi Primadona di Beijing Motor Show 2026 dan Bagaimana Speknya?
Xi Jinping Sambut Donald...
Xi Jinping Sambut Donald Trump di Beijing di Tengah Perang Iran
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Rekomendasi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved