Cara Modena Pangkas Emisi 50 Persen Lewat Kendaraan Listrik
Selasa, 05 Mei 2026 - 10:03 WIB
loading...
Transformasi armada diesel ke listrik ternyata bukan cuma gaya-gayaan, tapi hitungan nyata penghematan karbon. Foto: Modena
A
A
A
JAKARTA - Logistik itu krusial. Tapi juga penyumbang asap yang besar. Modena Group paham itu. Mereka tidak mau lagi sekadar jualan kompor atau dispenser. Mereka mau mengubah cara barang-barang itu sampai ke rumah Anda. Lewat jalur hijau.
Transformasi ini dilakukan melalui Mologiz. Anak perusahaan Modena di bidang logistik. Sejak Desember 2025, Mologiz mulai membuang mesin diesel. Diganti kendaraan listrik (EV). Hasilnya nyata. Hingga Mei 2026, lebih dari 20 persen armada Mologiz sudah bertenaga baterai.
Langkah ini bukan sekadar tren. Ada hitung-hitungannya. Transisi ini diklaim memangkas emisi logistik Modena hingga 50 persen. Setara dengan pengurangan 2,3 ton CO2e sejak diterapkan. Efisiensi distribusi kini harus sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Itulah standar baru industri.
Nicole Jizhar, Executive Vice President Modena, menyebut ini strategi ekosistem. "Upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas," ujarnya.
Tidak hanya soal asap knalpot. Modena juga masuk ke urusan tenggorokan masyarakat. Lewat program Modena Pure Hub. Hingga tahun 2026, sudah ada 15 titik akses air minum gratis di Jakarta dan sekitarnya. Isinya air bersih hasil pemurnian Reverse Osmosis.
![Cara Modena Pangkas Emisi 50 Persen Lewat Kendaraan Listrik]()
Sembilan titik baru ditambahkan tahun ini. Lokasinya cerdik. Ada di JPM Lebak Bulus—jembatan yang menyambungkan Stasiun MRT ke Poins Square.
Ada juga di Masjid Al Azhar dan Al-Bakrie. Hingga April 2026, inisiatif ini sudah menyalurkan lebih dari 1 juta liter air minum. Ini gerakan nyata memangkas timbulan botol plastik sekali pakai.
Bicara sampah, Modena juga beraksi. Berkolaborasi dengan platform Duitin. Hasilnya? Sejak Januari 2026, sebanyak 1.017 kilogram limbah berhasil dikelola secara bertanggung jawab. Mayoritas adalah kardus bekas produk, diikuti plastik, kaca, sampai minyak jelantah.
Kesadaran konsumen akan pola konsumsi sirkular terus meningkat. Modena menangkap itu. Bagi mereka, produk bukan lagi sekadar tujuan akhir. Tapi menjadi medium untuk menghadirkan solusi yang berdampak. Dari efisiensi energi di gudang, sampai urusan sampah di dapur konsumen.
Perusahaan yang berawal di Italia sejak 1967 ini tampaknya ingin memastikan satu hal: masa depan tidak hanya harus lebih mudah, tapi juga lebih hijau.
Transformasi ini dilakukan melalui Mologiz. Anak perusahaan Modena di bidang logistik. Sejak Desember 2025, Mologiz mulai membuang mesin diesel. Diganti kendaraan listrik (EV). Hasilnya nyata. Hingga Mei 2026, lebih dari 20 persen armada Mologiz sudah bertenaga baterai.
Langkah ini bukan sekadar tren. Ada hitung-hitungannya. Transisi ini diklaim memangkas emisi logistik Modena hingga 50 persen. Setara dengan pengurangan 2,3 ton CO2e sejak diterapkan. Efisiensi distribusi kini harus sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Itulah standar baru industri.
Nicole Jizhar, Executive Vice President Modena, menyebut ini strategi ekosistem. "Upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas," ujarnya.
Tidak hanya soal asap knalpot. Modena juga masuk ke urusan tenggorokan masyarakat. Lewat program Modena Pure Hub. Hingga tahun 2026, sudah ada 15 titik akses air minum gratis di Jakarta dan sekitarnya. Isinya air bersih hasil pemurnian Reverse Osmosis.
.jpg)
Sembilan titik baru ditambahkan tahun ini. Lokasinya cerdik. Ada di JPM Lebak Bulus—jembatan yang menyambungkan Stasiun MRT ke Poins Square.
Ada juga di Masjid Al Azhar dan Al-Bakrie. Hingga April 2026, inisiatif ini sudah menyalurkan lebih dari 1 juta liter air minum. Ini gerakan nyata memangkas timbulan botol plastik sekali pakai.
Bicara sampah, Modena juga beraksi. Berkolaborasi dengan platform Duitin. Hasilnya? Sejak Januari 2026, sebanyak 1.017 kilogram limbah berhasil dikelola secara bertanggung jawab. Mayoritas adalah kardus bekas produk, diikuti plastik, kaca, sampai minyak jelantah.
Kesadaran konsumen akan pola konsumsi sirkular terus meningkat. Modena menangkap itu. Bagi mereka, produk bukan lagi sekadar tujuan akhir. Tapi menjadi medium untuk menghadirkan solusi yang berdampak. Dari efisiensi energi di gudang, sampai urusan sampah di dapur konsumen.
Perusahaan yang berawal di Italia sejak 1967 ini tampaknya ingin memastikan satu hal: masa depan tidak hanya harus lebih mudah, tapi juga lebih hijau.
(dan)
Lihat Juga :