Teknologi Canggih di Balik Pengelolaan Motor Listrik yang Makin Menjamur di Indonesia
Kamis, 04 Juni 2026 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Menjawab Tantangan Terkait Kendaraan Listrik
Giedrius Adomaitis, Product Owner for E-Mobility at Teltonika, hadir langsung dari Vilnius untuk mempresentasikan berbagai solusi bagi kendaraan listrik.
“Kendaraan berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik memerlukan sistem pengelolaan yang berbeda,” ujar Giedrius. “Kendaraan berbahan bakar konvensional masih bisa menggunakan sensor bahan bakar analog, sedangkan kendaraan listrik memerlukan sistem pemantauan yang sepenuhnya digital. Solusi dari kami ini terhubung langsung dengan jaringan CAN (Controller Area Network/sistem komunikasi yang menghubungkan berbagai komponen elektronik agar saling bertukar informasi otomatis) pada kendaraan, layaknya ‘sistem saraf’ yang mengirimkan sinyal antarkomponen kendaraan. Dengan begitu, perusahaan bisa mendeteksi potensi masalah lebih awal dan merencanakan perawatan kendaraan sebelum kerusakan terjadi.”
Kebiasaan pengisian daya sangat memengaruhi usia pakai baterai (battery life). Jika baterai sering digunakan hingga kapasitasnya di bawah 20% atau mengalami panas berlebih akibat pengisian cepat (fast charging), kondisi baterai akan lebih cepat rusak. Menurut Giedrius, kerusakan baterai dapat mengganggu operasional kendaraan listrik. Namun, teknologi telematika kini dapat membantu perusahaan mengantisipasi masalah tersebut dengan memantau kondisi baterai, mengenali kebiasaan penggunaan yang berpotensi merusak, serta membantu pengelolaan armada kendaraan listrik agar lebih optimal.
Selain itu, akses ke jaringan CAN memungkinkan kendaraan dikendalikan dari jarak jauh. Perangkat telematika dapat mengatur mesin kendaraan untuk terkunci atau diaktifkan secara otomatis dalam kondisi tertentu. Misalnya, jika pengemudi tidak terverifikasi melalui kartu pengemudi atau Bluetooth® beacon, mesin kendaraan tidak akan menyala. Fitur ini membantu meningkatkan keamanan kendaraan sekaligus mencegah risiko pencurian.
Sepeda motor listrik menjadi salah satu topik penting dalam summit ini. Indonesia diketahui memiliki populasi sepeda motor terbesar di dunia. Kendaraan roda dua tidak hanya digunakan oleh masyarakat umum, tetapi juga dimanfaatkan oleh berbagai bisnis, seperti layanan pengiriman barang dan layanan sewa kendaraan (ojek daring). Bagi pelaku usaha, kendaraan yang tidak bisa beroperasi dapat menghambat aktivitas bisnis, mengurangi pendapatan, dan berdampak pada kepuasan pelanggan. Teknologi telematika dapat membantu mengatasi masalah tersebut, asalkan perangkat yang digunakan tetap andal dan mampu bekerja dengan baik di berbagai kondisi operasional.
“Perangkat kami berukuran kecil, tahan air, dan tahan debu,” ujar Giedrius. “Perangkat ini cocok digunakan untuk berbagai solusi mobilitas listrik, khususnya sepeda motor listrik.”
Lebih dari Sekadar Manajemen Baterai
Telematics Summit South Asia tidak hanya berfokus pada mobilitas listrik. Acara ini juga membahas berbagai solusi untuk pemantauan dalam ruangan, pengelolaan kendaraan berat, serta manajemen alat dan mesin khusus. Salah satu contoh penerapan yang ditampilkan bahkan menunjukkan otomatisasi sistem irigasi di area pertanian.
Giedrius Adomaitis, Product Owner for E-Mobility at Teltonika, hadir langsung dari Vilnius untuk mempresentasikan berbagai solusi bagi kendaraan listrik.
“Kendaraan berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik memerlukan sistem pengelolaan yang berbeda,” ujar Giedrius. “Kendaraan berbahan bakar konvensional masih bisa menggunakan sensor bahan bakar analog, sedangkan kendaraan listrik memerlukan sistem pemantauan yang sepenuhnya digital. Solusi dari kami ini terhubung langsung dengan jaringan CAN (Controller Area Network/sistem komunikasi yang menghubungkan berbagai komponen elektronik agar saling bertukar informasi otomatis) pada kendaraan, layaknya ‘sistem saraf’ yang mengirimkan sinyal antarkomponen kendaraan. Dengan begitu, perusahaan bisa mendeteksi potensi masalah lebih awal dan merencanakan perawatan kendaraan sebelum kerusakan terjadi.”
Kebiasaan pengisian daya sangat memengaruhi usia pakai baterai (battery life). Jika baterai sering digunakan hingga kapasitasnya di bawah 20% atau mengalami panas berlebih akibat pengisian cepat (fast charging), kondisi baterai akan lebih cepat rusak. Menurut Giedrius, kerusakan baterai dapat mengganggu operasional kendaraan listrik. Namun, teknologi telematika kini dapat membantu perusahaan mengantisipasi masalah tersebut dengan memantau kondisi baterai, mengenali kebiasaan penggunaan yang berpotensi merusak, serta membantu pengelolaan armada kendaraan listrik agar lebih optimal.
Selain itu, akses ke jaringan CAN memungkinkan kendaraan dikendalikan dari jarak jauh. Perangkat telematika dapat mengatur mesin kendaraan untuk terkunci atau diaktifkan secara otomatis dalam kondisi tertentu. Misalnya, jika pengemudi tidak terverifikasi melalui kartu pengemudi atau Bluetooth® beacon, mesin kendaraan tidak akan menyala. Fitur ini membantu meningkatkan keamanan kendaraan sekaligus mencegah risiko pencurian.
Sepeda motor listrik menjadi salah satu topik penting dalam summit ini. Indonesia diketahui memiliki populasi sepeda motor terbesar di dunia. Kendaraan roda dua tidak hanya digunakan oleh masyarakat umum, tetapi juga dimanfaatkan oleh berbagai bisnis, seperti layanan pengiriman barang dan layanan sewa kendaraan (ojek daring). Bagi pelaku usaha, kendaraan yang tidak bisa beroperasi dapat menghambat aktivitas bisnis, mengurangi pendapatan, dan berdampak pada kepuasan pelanggan. Teknologi telematika dapat membantu mengatasi masalah tersebut, asalkan perangkat yang digunakan tetap andal dan mampu bekerja dengan baik di berbagai kondisi operasional.
“Perangkat kami berukuran kecil, tahan air, dan tahan debu,” ujar Giedrius. “Perangkat ini cocok digunakan untuk berbagai solusi mobilitas listrik, khususnya sepeda motor listrik.”
Lebih dari Sekadar Manajemen Baterai
Telematics Summit South Asia tidak hanya berfokus pada mobilitas listrik. Acara ini juga membahas berbagai solusi untuk pemantauan dalam ruangan, pengelolaan kendaraan berat, serta manajemen alat dan mesin khusus. Salah satu contoh penerapan yang ditampilkan bahkan menunjukkan otomatisasi sistem irigasi di area pertanian.
Lihat Juga :