Tata Motors Gandeng Chery Kembangkan Mobil Listrik Mewah Avinya
Jum'at, 05 Juni 2026 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Sejak tahun 2020, pemerintah India telah menerapkan kontrol ketat terhadap investasi dari China, yang secara praktis membekukan usaha patungan skala besar atau investasi ekuitas di industri otomotif.
Dalam konteks ini, mengakuisisi teknologi atau memanfaatkan platform yang sudah ada dipandang sebagai solusi praktis bagi produsen mobil India untuk mempertahankan daya saing dalam persaingan kendaraan listrik (EV).
Saat ini, kendaraan listrik menyumbang sekitar 14% dari total penjualan Tata Motors, dan perusahaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan angka ini menjadi lebih dari 30% pada tahun 2030.
Namun, posisi terdepan Tata menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari para pesaing seperti Mahindra & Mahindra dan JSW MG Motor. Perlu dicatat, JSW Motor, yang dimiliki oleh miliarder Sajjan Jindal, juga menerapkan model kemitraan serupa dengan Chery melalui perjanjian lisensi platform kendaraan listrik.
Model Avinya pertama yang menggunakan teknologi Chery diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2027. Kendaraan ini akan dikirim dari China sebagai kit lengkap untuk dirakit di pabrik baru Tata di India.
Para ahli meyakini bahwa meskipun produsen mobil India telah secara signifikan meningkatkan investasi mereka dalam penelitian dan pengembangan dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih akan kesulitan untuk mengimbangi inovasi teknologi, biaya produksi, dan skala pengembangan perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Chery, yang saat ini merupakan eksportir mobil terbesar di Tiongkok, berkembang pesat melalui model produksi kolaboratif dengan mitra lokal di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin, serupa dengan strategi yang sebelumnya digunakan Toyota dan Tesla untuk memperluas pasar mereka.
Dalam konteks ini, mengakuisisi teknologi atau memanfaatkan platform yang sudah ada dipandang sebagai solusi praktis bagi produsen mobil India untuk mempertahankan daya saing dalam persaingan kendaraan listrik (EV).
Saat ini, kendaraan listrik menyumbang sekitar 14% dari total penjualan Tata Motors, dan perusahaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan angka ini menjadi lebih dari 30% pada tahun 2030.
Namun, posisi terdepan Tata menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari para pesaing seperti Mahindra & Mahindra dan JSW MG Motor. Perlu dicatat, JSW Motor, yang dimiliki oleh miliarder Sajjan Jindal, juga menerapkan model kemitraan serupa dengan Chery melalui perjanjian lisensi platform kendaraan listrik.
Model Avinya pertama yang menggunakan teknologi Chery diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2027. Kendaraan ini akan dikirim dari China sebagai kit lengkap untuk dirakit di pabrik baru Tata di India.
Para ahli meyakini bahwa meskipun produsen mobil India telah secara signifikan meningkatkan investasi mereka dalam penelitian dan pengembangan dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih akan kesulitan untuk mengimbangi inovasi teknologi, biaya produksi, dan skala pengembangan perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Chery, yang saat ini merupakan eksportir mobil terbesar di Tiongkok, berkembang pesat melalui model produksi kolaboratif dengan mitra lokal di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin, serupa dengan strategi yang sebelumnya digunakan Toyota dan Tesla untuk memperluas pasar mereka.
(wbs)
Lihat Juga :