Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Kabin i-DM Naik Kelas Di sinilah selisih harga mulai terasa. Keduanya memang sudah memiliki jok kulit sintetis premium, AC dengan filter PM2.5, wireless charging 50 Watt, USB dan Type-C.
Namun i-DM mendapat perlakuan khusus. Head unit versi bensin berukuran 12,8 inci. Versi i-DM membesar menjadi 15,6 inci.
Bukan hanya lebih besar. Otaknya juga memakai prosesor Snapdragon 8155. Sistem audionya naik dari 8 speaker menjadi 9 speaker Sony. Ambient light berubah dari satu warna Ice Blue menjadi 64 warna.
Masih kurang? i-DM mendapat Panoramic Skyroof 64 inci. Crystal Gear Knob. 24 Hour Parking AC Mode. Passenger Power Leg Rest. Ventilated Seat. Memory Seat. Pengaturan kursi elektrik lengkap di kedua sisi depan.
Sebaliknya, versi bensin hanya memiliki pengaturan elektrik di kursi pengemudi. Menariknya, Paddle Shift justru hanya tersedia di versi bensin.
Mesin Sama-Sama 1.500 Turbo
Keduanya sama-sama memakai mesin 1.500 cc Turbo TGDI. Sama-sama cukup menggunakan bensin RON 92. Tapi karakter keduanya berbeda total. Versi bensin memakai mesin dengan rasio kompresi 11,6:1.
Tenaganya 170 PS. Torsinya 270 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi 7DCT basah. Sementara i-DM menggunakan Dedicated Hybrid Engine dengan rasio kompresi lebih tinggi, 12:1.
Mesin bensinnya menghasilkan 136 PS dan 220 Nm. Terlihat lebih kecil. Tapi jangan lupa. Ada motor listrik. Tenaganya 204 PS. Torsinya 310 Nm. Torsi instan itulah yang menjadi nilai utama i-DM.
Untuk transmisi, i-DM memakai Dedicated Hybrid Transmission atau 1DHT.
Baterai Jadi Pembeda Terbesar
Inilah sumber utama selisih harga. T1 i-DM dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate berkapasitas 18,4 kWh.
Baterai itu sudah bersertifikasi IP68. Tahan debu dan tahan air. Pengisian cepat DC Fast Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya memerlukan sekitar 27 menit.
Pengisian AC dari 30 persen ke 100 persen membutuhkan sekitar 180 menit. Bagi penggemar perjalanan jauh, kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini memberi keuntungan besar. Jarak tempuh lebih panjang dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Soal Kaki-Kaki dan Keselamatan, Sama Kuatnya
Jetour tidak membedakan sektor ini. Keduanya memakai suspensi depan MacPherson.
Belakang Multi-Link Independent. Rem cakram berventilasi di keempat roda. Fitur keselamatan juga setara.
Namun i-DM mendapat perlakuan khusus. Head unit versi bensin berukuran 12,8 inci. Versi i-DM membesar menjadi 15,6 inci.
Bukan hanya lebih besar. Otaknya juga memakai prosesor Snapdragon 8155. Sistem audionya naik dari 8 speaker menjadi 9 speaker Sony. Ambient light berubah dari satu warna Ice Blue menjadi 64 warna.
Masih kurang? i-DM mendapat Panoramic Skyroof 64 inci. Crystal Gear Knob. 24 Hour Parking AC Mode. Passenger Power Leg Rest. Ventilated Seat. Memory Seat. Pengaturan kursi elektrik lengkap di kedua sisi depan.
Sebaliknya, versi bensin hanya memiliki pengaturan elektrik di kursi pengemudi. Menariknya, Paddle Shift justru hanya tersedia di versi bensin.
Mesin Sama-Sama 1.500 Turbo
![Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?]()
Keduanya sama-sama memakai mesin 1.500 cc Turbo TGDI. Sama-sama cukup menggunakan bensin RON 92. Tapi karakter keduanya berbeda total. Versi bensin memakai mesin dengan rasio kompresi 11,6:1..jpg)
Tenaganya 170 PS. Torsinya 270 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi 7DCT basah. Sementara i-DM menggunakan Dedicated Hybrid Engine dengan rasio kompresi lebih tinggi, 12:1.
Mesin bensinnya menghasilkan 136 PS dan 220 Nm. Terlihat lebih kecil. Tapi jangan lupa. Ada motor listrik. Tenaganya 204 PS. Torsinya 310 Nm. Torsi instan itulah yang menjadi nilai utama i-DM.
Untuk transmisi, i-DM memakai Dedicated Hybrid Transmission atau 1DHT.
Baterai Jadi Pembeda Terbesar
![Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?]()
Inilah sumber utama selisih harga. T1 i-DM dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate berkapasitas 18,4 kWh..jpg)
Baterai itu sudah bersertifikasi IP68. Tahan debu dan tahan air. Pengisian cepat DC Fast Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya memerlukan sekitar 27 menit.
Pengisian AC dari 30 persen ke 100 persen membutuhkan sekitar 180 menit. Bagi penggemar perjalanan jauh, kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini memberi keuntungan besar. Jarak tempuh lebih panjang dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Soal Kaki-Kaki dan Keselamatan, Sama Kuatnya
![Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?]()
Jetour tidak membedakan sektor ini. Keduanya memakai suspensi depan MacPherson..jpg)
Belakang Multi-Link Independent. Rem cakram berventilasi di keempat roda. Fitur keselamatan juga setara.
Lihat Juga :