Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Kamis, 18 Juni 2026 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Mahaendra Gofar, pendiri EVSafe, penyedia solusi stasiun pengisian kendaraan listrik komunitas di Indonesia, mengatakan: "Secara umum, penurunan kinerja baterai adalah hal normal, rata-rata sekitar 1-3% per tahun tergantung pada penggunaan dan kondisi kendaraan. Jumlah sel aktif yang menyimpan energi dalam paket baterai bisa sangat besar.
Beberapa paket baterai mengandung ratusan, bahkan ribuan sel, tergantung pada desain dan jenis baterai. Namun, tidak semua sel dalam paket baterai mengalami degradasi dengan kecepatan yang sama. Beberapa sel mengalami degradasi lebih cepat, sementara yang lain mengalami degradasi lebih lambat."
Menurut Mahaendra Gofar, degradasi bertahap baterai seiring waktu adalah proses alami yang terjadi pada baterai lithium-ion karena reaksi kimia berkelanjutan yang terjadi selama pengisian daya dan penggunaan kendaraan.
Saat kapasitas baterai menurun, efek yang paling terlihat adalah pengurangan jarak tempuh kendaraan per pengisian penuh. Misalnya, mobil listrik baru mungkin dapat menempuh jarak 500 km dengan sekali pengisian.
Setelah bertahun-tahun digunakan, ketika kapasitas baterai berada di sekitar 80%, jarak tempuh sebenarnya dapat berkurang menjadi sekitar 400 km.
Selain itu, degradasi baterai dapat menyebabkan waktu pengisian daya yang lebih lama, sedikit penurunan performa, atau penurunan akselerasi. Namun, efeknya biasanya bertahap, tidak mendadak seperti yang dikhawatirkan banyak orang.
Bahkan, banyak kendaraan listrik lawas di Eropa, AS, dan Tiongkok masih dapat beroperasi dengan andal setelah menempuh jarak lebih dari 200.000 km dengan kapasitas baterai yang relatif baik.
Beberapa paket baterai mengandung ratusan, bahkan ribuan sel, tergantung pada desain dan jenis baterai. Namun, tidak semua sel dalam paket baterai mengalami degradasi dengan kecepatan yang sama. Beberapa sel mengalami degradasi lebih cepat, sementara yang lain mengalami degradasi lebih lambat."
Menurut Mahaendra Gofar, degradasi bertahap baterai seiring waktu adalah proses alami yang terjadi pada baterai lithium-ion karena reaksi kimia berkelanjutan yang terjadi selama pengisian daya dan penggunaan kendaraan.
Saat kapasitas baterai menurun, efek yang paling terlihat adalah pengurangan jarak tempuh kendaraan per pengisian penuh. Misalnya, mobil listrik baru mungkin dapat menempuh jarak 500 km dengan sekali pengisian.
Setelah bertahun-tahun digunakan, ketika kapasitas baterai berada di sekitar 80%, jarak tempuh sebenarnya dapat berkurang menjadi sekitar 400 km.
Selain itu, degradasi baterai dapat menyebabkan waktu pengisian daya yang lebih lama, sedikit penurunan performa, atau penurunan akselerasi. Namun, efeknya biasanya bertahap, tidak mendadak seperti yang dikhawatirkan banyak orang.
Bahkan, banyak kendaraan listrik lawas di Eropa, AS, dan Tiongkok masih dapat beroperasi dengan andal setelah menempuh jarak lebih dari 200.000 km dengan kapasitas baterai yang relatif baik.
Lihat Juga :