Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Kamis, 18 Juni 2026 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Faktor-faktor yang menyebabkan baterai mobil listrik cepat mengalami degradasi.
Tingkat degradasi baterai pada kendaraan listrik bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi iklim dan kebiasaan mengemudi.
Salah satu penyebab umum degradasi baterai yang cepat adalah pengisian daya cepat DC berdaya tinggi yang sering dilakukan. Meskipun hal ini mempersingkat waktu pengisian, pengisian daya cepat terus-menerus dapat meningkatkan suhu baterai, mempercepat penuaan sel.
Selain itu, kebiasaan sering mengisi daya baterai hingga 100% atau membiarkannya benar-benar habis juga berdampak negatif pada masa pakai baterai. Banyak ahli merekomendasikan agar pengguna menjaga level baterai antara 20% dan 80% untuk mengoptimalkan daya tahannya.
Di Vietnam, iklim yang panas dan lembap juga memengaruhi baterai kendaraan listrik. Suhu lingkungan yang tinggi dapat membuat baterai kurang efisien, terutama jika kendaraan sering diparkir di luar ruangan di bawah sinar matahari yang terik dalam waktu lama.
Selain itu, pengoperasian terus menerus pada kecepatan tinggi, kelebihan beban, atau perawatan sistem pendingin baterai yang jarang juga dapat menyebabkan baterai lebih cepat rusak.
Namun, sebagian besar kendaraan listrik modern kini dilengkapi dengan sistem manajemen baterai (BMS) yang memantau kondisi setiap sel baterai. Sistem ini membantu menjaga suhu operasional, menyeimbangkan tegangan, dan mengatur distribusi arus untuk memastikan kinerja baterai yang optimal.
Oleh karena itu, meskipun kapasitas baterai akan menurun seiring waktu, laju degradasi sebenarnya relatif lambat dan masih dalam kendali produsen. Dengan penggunaan yang tepat, baterai kendaraan listrik dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan operasional selama bertahun-tahun.
Tingkat degradasi baterai pada kendaraan listrik bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi iklim dan kebiasaan mengemudi.
Salah satu penyebab umum degradasi baterai yang cepat adalah pengisian daya cepat DC berdaya tinggi yang sering dilakukan. Meskipun hal ini mempersingkat waktu pengisian, pengisian daya cepat terus-menerus dapat meningkatkan suhu baterai, mempercepat penuaan sel.
Selain itu, kebiasaan sering mengisi daya baterai hingga 100% atau membiarkannya benar-benar habis juga berdampak negatif pada masa pakai baterai. Banyak ahli merekomendasikan agar pengguna menjaga level baterai antara 20% dan 80% untuk mengoptimalkan daya tahannya.
Di Vietnam, iklim yang panas dan lembap juga memengaruhi baterai kendaraan listrik. Suhu lingkungan yang tinggi dapat membuat baterai kurang efisien, terutama jika kendaraan sering diparkir di luar ruangan di bawah sinar matahari yang terik dalam waktu lama.
Selain itu, pengoperasian terus menerus pada kecepatan tinggi, kelebihan beban, atau perawatan sistem pendingin baterai yang jarang juga dapat menyebabkan baterai lebih cepat rusak.
Namun, sebagian besar kendaraan listrik modern kini dilengkapi dengan sistem manajemen baterai (BMS) yang memantau kondisi setiap sel baterai. Sistem ini membantu menjaga suhu operasional, menyeimbangkan tegangan, dan mengatur distribusi arus untuk memastikan kinerja baterai yang optimal.
Oleh karena itu, meskipun kapasitas baterai akan menurun seiring waktu, laju degradasi sebenarnya relatif lambat dan masih dalam kendali produsen. Dengan penggunaan yang tepat, baterai kendaraan listrik dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan operasional selama bertahun-tahun.
(wbs)
Lihat Juga :