Bayer Indonesia Gelar Konferensi Virtual untuk Pertanian Berkelanjutan
Selasa, 22 September 2020 - 02:59 WIB
loading...
A
A
A
Event Virtual Conference tersebut juga dihadiri oleh peneliti, mahasiswa, perwakilan pemerintahan, asosiasi, akademisi, dan universitas yang berkolaborasi dengan Bayer dalam BSUA di 13 negara Asia Pasifik, Eropa dan Timur Tengah.
Dalam sesi berbagi, Vira Kusuma Dewi, pengajar dari Universitas Padjajaran menyampaikan paparannya mengenai manfaat mengikuti BSUA bagi mahasiswa. Di samping memberikan nilai tambah dan pengalaman terjun langsung ke lapangan, program terintegrasi dengan program kurikulum pembelajaran mahasiswa pertanian.
"Menyebarkan cara dan metode menggunakan produk pertanian secara aman sangat penting bagi petani, agar dapat meminimalisir risiko penggunaan pestisida. Karena masih banyak petani Indonesia yang masih kurang memiliki informasi mengenai bahaya dari penyalahgunaan pestisida," kata Vira.
Di event Bayer Safe Use Ambassador Virtual Conference, Klaus Kunz selaku Head of Sustainability & Business Stewardship Bayer AG menyebut, sektor pertanian yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus Bayer. Bayer telah melakukan berbagai langkah demi mencapai tujuan tersebut. Tidak sendiri, Bayer secara aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti universitas agar tujuannya tersebut lebih cepat tercapai.
“Sebagai salah satu negara berbasis pertanian dengan 270 juta penduduk, kami berharap apa yang kami lakukan melalui BSUA dapat memberikan sumbangsih bagi Indonesia,” pungkas Mohan. (Baca juga: Studi: Sinar UV Bunuh COVID-19 Tanpa Bahayakan Manusia )
Dalam sesi berbagi, Vira Kusuma Dewi, pengajar dari Universitas Padjajaran menyampaikan paparannya mengenai manfaat mengikuti BSUA bagi mahasiswa. Di samping memberikan nilai tambah dan pengalaman terjun langsung ke lapangan, program terintegrasi dengan program kurikulum pembelajaran mahasiswa pertanian.
"Menyebarkan cara dan metode menggunakan produk pertanian secara aman sangat penting bagi petani, agar dapat meminimalisir risiko penggunaan pestisida. Karena masih banyak petani Indonesia yang masih kurang memiliki informasi mengenai bahaya dari penyalahgunaan pestisida," kata Vira.
Di event Bayer Safe Use Ambassador Virtual Conference, Klaus Kunz selaku Head of Sustainability & Business Stewardship Bayer AG menyebut, sektor pertanian yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus Bayer. Bayer telah melakukan berbagai langkah demi mencapai tujuan tersebut. Tidak sendiri, Bayer secara aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti universitas agar tujuannya tersebut lebih cepat tercapai.
“Sebagai salah satu negara berbasis pertanian dengan 270 juta penduduk, kami berharap apa yang kami lakukan melalui BSUA dapat memberikan sumbangsih bagi Indonesia,” pungkas Mohan. (Baca juga: Studi: Sinar UV Bunuh COVID-19 Tanpa Bahayakan Manusia )
(iqb)
Lihat Juga :