Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD

Kamis, 02 Juli 2026 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Meskipun teknologinya tidak terlalu rumit, hambatan hukum dulunya merupakan masalah utama di Eropa. Sebelumnya, pengguna dapat dikenakan biaya dua kali untuk listrik dan biaya jaringan—sekali saat mengisi daya kendaraan mereka dan sekali lagi saat mengalirkan listrik kembali ke jaringan—sehingga model V2G menjadi tidak menguntungkan.

Jerman memperbarui Undang-Undang Industri Energi pada November 2025, sehingga menghapus sanksi dan biaya yang tidak menguntungkan tersebut. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa lingkungan hukum di Eropa semakin menguntungkan bagi pengenaan biaya dua arah.

Tingkat adopsinya masih rendah. Menurut Rose, hanya sekitar 5% kendaraan listrik bertenaga baterai yang akan memiliki teknologi ini pada tahun 2025. Namun, angka ini dapat meningkat menjadi 82 hingga 85% pada tahun 2035 jika tren regulasi, biaya teknologi, dan strategi produk dari produsen mobil terus bergerak ke arah yang sama.


Seiring dengan berkurangnya hambatan masuk dan percepatan penerapan oleh produsen, pengisian daya dua arah dapat menjadi keunggulan kompetitif utama bagi kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang. Bagi konsumen, ini bukan hanya fitur yang berguna untuk daya cadangan di rumah, tetapi juga peluang untuk mengurangi biaya kepemilikan kendaraan jangka panjang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Rekomendasi
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Anggota Satresnarkoba...
Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Kalteng Gugur Ditembak saat Gerebek Bandar Narkoba
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved