Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?

Jum'at, 03 Juli 2026 - 20:52 WIB
loading...
Perempuan Indonesia...
Mahatmi Rismartanti, 27 tahun, asal Jawa Timur, menjadi sopir bus perempuan asing pertama pemegang status Specified Skilled Worker di Prefektur Kanagawa. Foto: Japan News
A A A
JEPANG - Mahatmi Rismartanti tidak pernah membayangkan karier mengajar bahasa Jepang di Jawa Timur akan membawanya ke balik kemudi bus kota di Kawasaki. Tapi itulah yang terjadi — dan ia bukan satu-satunya.

Perempuan 27 tahun asal keluarga petani di Jawa Timur ini kini menjadi sopir bus perempuan asing pertama pemegang status residensi Specified Skilled Worker (SSW) Tipe 1 di Prefektur Kanagawa.

Ia bekerja untuk Tokyu Bus Corp., perusahaan bus berbasis Tokyo, melayani rute dari depo di Kawasan Aso, Kawasaki, menuju Stasiun Tama-plaza di Aoba Ward, Yokohama — bersama dua sopir asing lainnya yang juga direkrut perusahaan.

Mahatmi adalah penggemar berat anime Jepang sejak SMA, khususnya K-ON!. Ia melanjutkan studi bahasa dan sastra Jepang di universitas, bahkan memilih film Your Name sebagai topik skripsinya. Setelah lulus, ia mengajar bahasa Jepang di sebuah sekolah di Jawa Timur.

November 2024, ia menemukan lowongan sopir Tokyu Bus di media sosial. Ia mendaftar, lolos wawancara dan uji mengemudi, kemudian tiba di Jepang pada September 2025.

Dalam waktu singkat, ia mengantongi SIM besar kelas 2 — syarat wajib mengemudikan kendaraan besar berpenumpang di Jepang. Setelah empat bulan pelatihan intensif, ia resmi bertugas sejak Maret 2026.

Pelatihan Empat Bulan Sebelum Pegang Setir

Tokyu Bus tidak main-main soal standar keselamatan. Program pelatihan yang wajib dijalani setiap sopir asing mencakup satu bulan pelatihan kelas — mempelajari UU Lalu Lintas dan tata cara berkomunikasi dengan penumpang dalam bahasa Jepang — dilanjutkan satu bulan latihan mengemudi di fasilitas pelatihan Yokohama serta jalan umum, lalu dua bulan pelatihan tambahan termasuk operasional rute nyata.

Sebelum hari pertama bertugas, Mahatmi bahkan menyusuri rute busnya dengan berjalan kaki untuk menghafalnya. Hasilnya tidak sia-sia. Penumpang mulai memberinya pujian: "Remnya halus" dan "Suaranya menenangkan."

Kenji Kawamata, kepala depo tempat Mahatmi bertugas, menilai kinerja Mahatmi positif. "Saya berharap ia akan menjadi sopir bus yang dipercaya dan membuat penumpang merasa nyaman," ujar Kawamata.

Krisis Sopir Bus dan Solusi dari Indonesia

Di balik kisah Mahatmi ada masalah struktural yang serius. Tokyo Bus, operator yang beroperasi di Okinawa, mengaku memiliki sekitar 100 unit bus yang tidak bisa beroperasi akibat kekurangan sopir. Rekrutmen pekerja asing kini menjadi salah satu solusi utama.

Pemerintah Jepang menargetkan penerimaan sekitar 22.100 pekerja asing di sektor transportasi otomotif hingga akhir Maret 2029, dengan izin tinggal hingga lima tahun.

Per akhir Mei 2026, sudah ada 26 sopir asing pemegang status SSW yang aktif bertugas di kawasan Tokyo, Hokkaido, Hiroshima, dan daerah lain.
Tokyu Bus sendiri menargetkan rekrutmen 100 sopir baru per tahun, dengan sekitar 10 persen di antaranya adalah pekerja asing pemegang SSW.

Grup pertama — termasuk Mahatmi — sudah ditempatkan di depo. Grup kedua yang terdiri dari tiga sopir Indonesia dan satu sopir Nepal sedang menunggu penempatan. Dua anggota grup ketiga dari Nepal sedang dalam proses memperoleh SIM besar kelas 2.

Perusahaan menyatakan kehadiran pekerja asing berdampak luas ke dalam. "Melihat mereka bekerja keras di negara asing memberikan pengaruh positif pada sopir Jepang kami juga. Karena ada persepsi kuat bahwa sopir bus identik dengan pria Jepang, penting bagi kami untuk merekrut perempuan dan pekerja asing seiring memburuknya kekurangan tenaga kerja," demikian pernyataan resmi Tokyu Bus.

FAQ: Bisa Kah WNI Jadi Sopir Bus di Jepang?

Apakah WNI bisa menjadi sopir bus di Jepang?
Bisa. Sejak dua tahun lalu, profesi sopir bus masuk dalam kategori yang bisa mendapatkan status residensi Specified Skilled Worker Tipe 1 di Jepang.

Apa syarat utamanya?
Kandidat harus lolos wawancara dan uji mengemudi, mendapatkan status residensi SSW, lalu memperoleh SIM besar kelas 2 di Jepang. Pelatihan intensif empat bulan wajib diselesaikan sebelum mulai bertugas.

Berapa lama izin tinggal yang diberikan?
Pemegang status SSW sektor transportasi otomotif dapat tinggal dan bekerja di Jepang hingga lima tahun.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Bus Double Decker...
5 Bus Double Decker Terbaik dari Jakarta via Tol Trans Jawa
Penelitian Menunjukkan...
Penelitian Menunjukkan Gen Z Tak Senang Mengemudi
Intip Fasilitas Sleeper...
Intip Fasilitas Sleeper Bus Ternyaman Juragan 99 dan Kencana Jepara, Berapa Tiketnya?
5 Sopir Bus Cantik Indonesia,...
5 Sopir Bus Cantik Indonesia, Perjalanan Jauh Tak Terasa
Cegah Sopir Bus Ugal-ugalan...
Cegah Sopir Bus Ugal-ugalan KNKT Berharap Sertifikasi Diterapkan
Kisah Kang Surdi, Sopir...
Kisah Kang Surdi, Sopir Bus Selawat Asal Banten Bahagia Bisa Antar Jemaah Indonesia ke Kakbah
Perjalanan Estafet Jadi...
Perjalanan Estafet Jadi Trik Pemudik Cilegon-Nganjuk Akali Mahalnya Tiket Mudik
Sopir Transjakarta Picu...
Sopir Transjakarta Picu Tabrakan Adu Banteng di Jalur Layang Jadi Tersangka
Rekomendasi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Berita Terkini
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved