Krisis, 3.000 Karyawan Jaguar Land Rover Diselamatkan Inggris

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 08:45 WIB
loading...
Krisis, 3.000 Karyawan...
Seorang karyawan pabrik Jaguar tengah bekerja di pabrik Castle Bromwich. Foto / IST
A A A
JAKARTA - Perusahaan otomotif asal Inggris, Jaguar Land Rover tengah mengalami situasi krisis karena pandemi Covid-19. Sebanyak 3.000 karyawan Jaguar Land Rover, yang dirumahkan, kini menerima bantuan sokongan gaji oleh pemerintah Inggris.

Diketahui sejak pandemi Covid-19 terjadi, pemerintah Inggris memang memberikan sokongan gaji kepada semua perusahaan yang masih mempertahankan karyawan mereka namun telah dirumahkan karena minimnya aktivitas produksi.

Masalahnya jumlah karyawan Jaguar Land Rover yang ditanggung oleh pemerintah Inggris mencapai 3.000 orang. Angka ini jauh lebih besar ketimbang perusahaan mobil lainnya yang juga dari Inggris seperti Aston Martin yang hanya menerima bantuan untuk 80 karyawan mereka. (Baca juga : Renault Triber AMT Transmisi Otomatis Dijual Mulai Rp163 Juta )

Pemerintah Inggris sendiri sedianya akan mengucurkan dana sebesar 20 juta Poundsterling atau setara Rp376,3 miliar untuk diberikan kepada 3.000 karyawan itu. Namun tentu saja syaratnya Jaguar Land Rover tidak boleh memecat satu orang pun karyawan mereka. Total karyawan yang bekerja di Jaguar Land Rover diketahui mencapai 20.000 karyawan.

Aktivitas produksi Jaguar Land Rover memang belum juga kembali normal. Di saat produsen otomotif lainnya sudah kembali bekerja dengan sistim dua shift, Jaguar Land Rover masih tetap memperkerjakan karyawannya dengan satu shift kerja. Lokasi kerja mereka di Castle Bromwich malah tidak berfungsi secara penuh.

Hal ini makin diperparah dengan rencana kerja Jaguar Land Rover hingga tahun depan. Dalam keterangan resminya, perusahaan yang sudah dimiliki oleh pengusaha India, Ratan Tata itu hanya akan memproduksi sebanyak 11.000 unit mobil hingga Maret 2021. Detilnya sebanyak 4.000 uni Jaguar F-Type, 3.500 unit Jaguar XE, dan 3.500 unit Jaguar XF. Angka produksi itu juga tergolong kecil mengingat pabrik mereka pernah mencetak rekor memproduksi mobil sebanyak 80.000 unit pada 2013. Tahun lalu mereka bahkan berhasil memproduksi sebanyak 35.000 unit. (Baca juga : Mitsubishi Eclipse Cross Baru Meluncur dengan Perbaikan )

Untuk merek lain yakni Land Rover, mereka justru seakan berhenti di produk terakhir Land Rover Defender. Alhasil karyawan Jaguar Land Rover yang masih bekerja saat ini masih dilanda kebingungan akan tetap bekerja atau tidak. Secara bisnis Jaguar Land Rover juga kurang begitu bagus. Penjualan mobil mereka terus menurun di berbagai wilayah.

CEO Jaguar Land Rover Thierry Bollore, yang baru saja empat bulan menjabat, saat ini disebutkan tengah mencermati ulang rencana-rencana yang sudah disiapkan oleh Jagur Land Rover tahun ini termasuk peningkatan kapasitas pabrik Castle Bromwich. Bukan tidak mungkin rencana itu dibatalkan karena kondisi keuangan yang memang makin mengkhawatirkan.

"Saya sangat terkesan karena ditunjuk menduduki jabatan ini di tengah masa-masa sulit," ujar Thierry Bollore menanggapi penunjukannya sebagai orang nomor satu di Jaguar Land Rover.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai Bangun Pabrik...
Hyundai Bangun Pabrik Baja Rp320 Triliun di Amerika Agar Tetap Cuan Jualan Mobil
3 Raksasa EV China yang...
3 Raksasa EV China yang Siap Tanam Duit Gede di Indonesia, Ada BYD hingga CATL
Subaru Tutup Pabrik...
Subaru Tutup Pabrik di Thailand, Strategi Baru atau Kalah Saing?
Kenalkan Logo Baru,...
Kenalkan Logo Baru, Jaguar Dicap Pendukung LGBT
Lebih Sabar dan Teliti,...
Lebih Sabar dan Teliti, Alasan Hyundai Percayakan Pekerja Wanita Lakukan Pengecekan Akhir di Pabrik
Jaguar Umumkan Berhenti...
Jaguar Umumkan Berhenti Menjual Mobil Baru di Inggris
Jaguar Recall Ribuan...
Jaguar Recall Ribuan Mobil Listrik I-Pace, Baterai Berpotensi Terbakar
Stellantis Siap Buang...
Stellantis Siap Buang Merek-merek Mobil yang Tidak Menguntungkan
VinFast Bangun Pabrik...
VinFast Bangun Pabrik di Indonesia, Kemenperin Target TKDN 40 Persen
Rekomendasi
Identitas Sekeluarga...
Identitas Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Cangar Mojokerto
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia Meroket: Posisi 21 Dunia, Top 4 Asia!
Hasil Timnas Indonesia...
Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan U-17: Mierza Buang Peluang Emas, Babak Pertama 0-0
Hasil Timnas Indonesia...
Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan U-17: Sambaran Kilat Evandra Bawa Garuda Muda Menang 1-0
Arus Balik, Gerbang...
Arus Balik, Gerbang Tol Cikatama Dipadati Kendaraan dari Trans Jawa Malam Ini
Atur Waktu Balik Jakarta,...
Atur Waktu Balik Jakarta, Diskon 20% Tarif Tol Kalikangkung-Cikampek Sampai 10 April 2025
Berita Terkini
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
3 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
5 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
7 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
8 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
10 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
10 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved