Mengenal Afrig Wasiso, Pendiri Santara yang Dekat dengan UMKM
Selasa, 24 November 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Santara hadir untuk membantu UKM mendapatkan suntikan dana. Startup ini juga menjadi wadah bagi orang-orang untuk berinvestasi di UKM dengan aman dan terpercaya.
Kedua, membuka lapangan pekerjaan. Sejalan dengan yang dituliskannya dalam Buku Scale Up, Afrig Wasiso juga aktif menjadi CEO Inspira Group. Dengan 7 unit bisnis yang ada di dalamnya, Inspira Group mempekerjakan ratusan karyawan yang bergerak di sektor yang berbeda-beda.
Ketiga, prestasi Afrig Wasiso mengalir bersamaan dengan kariernya sebagai pengusaha. Pada 2019, dia berhasil meraih Facebook for Business Brand Ambassador for Asia Pacific Region dari Facebook atas pencapaiannya di salah satu unit bisnis yang dipimpinnya, ID Photobook. Selain itu, Afrig juga pernah mendapatkan Hewlett Packard (HP) Indigo Innovation Award -Asia Pacific di tahun yang sama.
Keempat, hidup sederhana dan terus belajar. Afrig mengaku tidak suka menghabiskan uang untuk hal-hal konsumtif. Karena itu, dia lebih suka hidup minimalis menggunakan uangnya untuk aset-aset produktif. (Baca juga: Pasang Spanduk Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Dua Pemuda Diamankan )
Dia juga seseorang yang selalu memperkaya diri dengan ilmu. Semua orang harus selalu improve karena advantage itu selalu didapat oleh orang yang selangkah di depan. "Saat kita di atas standar tapi tidak improve, lama-kelamaan standar bawah akan semakin naik dan kita tidak akan spesial lagi. Bekerja merupakan sebuah kehormatan dan meningkatkan kemampuan diri adalah sebuah kewajiban," pungkas Afrig.
Kedua, membuka lapangan pekerjaan. Sejalan dengan yang dituliskannya dalam Buku Scale Up, Afrig Wasiso juga aktif menjadi CEO Inspira Group. Dengan 7 unit bisnis yang ada di dalamnya, Inspira Group mempekerjakan ratusan karyawan yang bergerak di sektor yang berbeda-beda.
Ketiga, prestasi Afrig Wasiso mengalir bersamaan dengan kariernya sebagai pengusaha. Pada 2019, dia berhasil meraih Facebook for Business Brand Ambassador for Asia Pacific Region dari Facebook atas pencapaiannya di salah satu unit bisnis yang dipimpinnya, ID Photobook. Selain itu, Afrig juga pernah mendapatkan Hewlett Packard (HP) Indigo Innovation Award -Asia Pacific di tahun yang sama.
Keempat, hidup sederhana dan terus belajar. Afrig mengaku tidak suka menghabiskan uang untuk hal-hal konsumtif. Karena itu, dia lebih suka hidup minimalis menggunakan uangnya untuk aset-aset produktif. (Baca juga: Pasang Spanduk Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Dua Pemuda Diamankan )
Dia juga seseorang yang selalu memperkaya diri dengan ilmu. Semua orang harus selalu improve karena advantage itu selalu didapat oleh orang yang selangkah di depan. "Saat kita di atas standar tapi tidak improve, lama-kelamaan standar bawah akan semakin naik dan kita tidak akan spesial lagi. Bekerja merupakan sebuah kehormatan dan meningkatkan kemampuan diri adalah sebuah kewajiban," pungkas Afrig.
(iqb)
Lihat Juga :