Nils Sajonz, Milenial Ganteng yang Jadi Desainer Penting Bugatti
Sabtu, 05 Desember 2020 - 13:33 WIB
loading...
Di usia 27 tahun, Nils Sajonz sudah ditunjuk oleh Bugatti sebagai desainer nomor dua di Bugatti. Foto/Bugatti
A
A
A
JAKARTA - Nils Sajonz, pemuda milenial berusia 27 tahun kini jadi sosok yang penting bagi Bugatti.Nils Sajonz kini dipercaya sebagai Lead Designer of Special Project at Bugatti. Dia menjadi desainer utama kedua di Bugatti setelah desainer otomotif veteran Bugatti, Achim Anscheidt. (Baca juga : Pabrikan Ramai-ramai Bakar Uang Buat Mengalahkan Tesla )
Meski usianya tergolong milenial, Nils Sajonz justru sudah memiliki kontribusi yang besar buat Bugatti. Berkat tangan ajaibnya, Bugatti telah menghasilkan mobil-mobil yang ekslusif seperti Bugatti La Voiture Noire, Bugatti Centodieci hingga Bugatti Divo. Terakhir yang fenomenal adalah Bugatti yang performanya diklaim setara mobil Formula 1, Bugatti Bolide.
Siapa nyana, milenialganteng itu justru mengawali karirnya di Bugatti sebagai anak magang pada 2015. Saat itu saat masih masih kuliah desain, Nils Sajonz memberanikan diri magang di kantor Bugatti yang ada di Molsheim, Prancis. Dari situlah Bugatti tertarik dengan karya-karya Nils Sajonz. Begitu lulus kuliah, Bugatti langsung mengikat Nils Sajonz dengan kontrak khusus.
![Nils Sajonz, Milenial Ganteng yang Jadi Desainer Penting Bugatti]()
Tangan ajaib Nils Sajonz datang bukan hanya dari kerja keras semata. Sejak kecil Nils Sajonz sudah mengenal desain berkat ayahnya yang juga seorang desainer pesawat terbang. Setiap kali ayahnya selesai merancang pesawat terbang, Nils Sajonz diminta untuk mewarani pesawat itu.
Meski usianya tergolong milenial, Nils Sajonz justru sudah memiliki kontribusi yang besar buat Bugatti. Berkat tangan ajaibnya, Bugatti telah menghasilkan mobil-mobil yang ekslusif seperti Bugatti La Voiture Noire, Bugatti Centodieci hingga Bugatti Divo. Terakhir yang fenomenal adalah Bugatti yang performanya diklaim setara mobil Formula 1, Bugatti Bolide.
Siapa nyana, milenialganteng itu justru mengawali karirnya di Bugatti sebagai anak magang pada 2015. Saat itu saat masih masih kuliah desain, Nils Sajonz memberanikan diri magang di kantor Bugatti yang ada di Molsheim, Prancis. Dari situlah Bugatti tertarik dengan karya-karya Nils Sajonz. Begitu lulus kuliah, Bugatti langsung mengikat Nils Sajonz dengan kontrak khusus.

Tangan ajaib Nils Sajonz datang bukan hanya dari kerja keras semata. Sejak kecil Nils Sajonz sudah mengenal desain berkat ayahnya yang juga seorang desainer pesawat terbang. Setiap kali ayahnya selesai merancang pesawat terbang, Nils Sajonz diminta untuk mewarani pesawat itu.
Lihat Juga :