Mobil Korea, SsangYong Ajukan Permohonan Bangkrut

Rabu, 23 Desember 2020 - 09:00 WIB
loading...
Mobil Korea, SsangYong...
SsangYong Korando merupakan salah satu produk global buatan SsangYong. Sayang SsangYong kurang bersaing dibanding mobil Korea lainnya. Foto/Netcarshow
A A A
SEOUL - Tidak semua perusahaan mobil Korea Selatan sesukses Hyundai dan KIA. Baru-baru ini SsangYong, perusahaan mobil yang berbasis di Pyeongtaek, Korea Selatan mengajukan permohonan bangkrut ke pengadilan.

Permohonan itu diajukan karena SsangYong gagal mendapatkan pinjaman untuk membayar utang sebesar 60 milyar Won atau setara Rp771,7 milyar. Kegagalan itu menurut SsangYong akan menyebabkan disrupsi yang besar dalam sistem kerja SsangYong. (Baca juga : Tak Cocok di Eropa dan Asia, McLaren Terkuat Cuma Dijual di Amerika )

Diketahui saat ini SsangYong memiliki utang sebesar 30 milyar Won (Rp385,8 milyar), JP Morgan Chase sebesar 20 milyar Won (Rp257,2 milyar) dan BNP Paribas sebesar 10 milyar Won (Rp128,6 milyar). Sementara perusahaan India, Mahinda & Mahindra, yang saat ini memegang saham terbesar di SsangYong, sekitar 74,6 persen, mengatakan bahwa hutang itu harusnya dibayarkan pada 14 Desember lalu.

Sayangnya, SsangYong tidak berhasil mendapatkan pinjama baru untuk melunasi hutang tersebut. Mereka juga gagal untuk menjadwalkan ulang tanggal pembayaran utang. (Baca juga : Waspada Tesla, Mercedes-Benz Siapkan Layar Sentuh Hiper )

Sebenarnya kegagalan bisnis bukan kali pertama dirasakan oleh SsangYong. Pada 2010 mereka juga nyaris bangkrut sebelum diselamatkan Mahindra & Mahindra. Mahindra & Mahindra akhirnya menyerahk membantu SsangYong karena kurang bergairahnya penjualan SsangYong di Korea Selatan dan negara-negara lain. Alhasil pada Juni lalu mereka melepas seluruh kepemilikan saham dan meminta SsangYong mencari pendana lain. Sayangnya, perusahaan mobil yang pernah berjualan di Indonesia itu akhirnya gagal menemukan penyelamat baru.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Nissan Yakin Kembali...
Nissan Yakin Kembali Meraih Keuntungan Setelah Hampir Dua Tahun Terus Merugi
Renault 4 JP4x4 Concept...
Renault 4 JP4x4 Concept Buggy Concept Mobil Listrik AWD Diperkenalkan
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Imbas Perang AS-Israel...
Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Perusahaan Tekstil dan Garmen Terancam Tutup
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Berita Terkini
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Infografis
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved