CEO BMW Prediksi Tesla Akan Jatuh Imbangi Perusahaan Mobil Dunia

Rabu, 24 Februari 2021 - 09:05 WIB
loading...
CEO BMW Prediksi Tesla Akan Jatuh Imbangi Perusahaan Mobil Dunia
Tesla dikepung oleh pabrikan mobil dunia dengan kucuran dana yang sangat besar untuk produksi mobil listrik. Foto/IST
JAKARTA - CEO BMWOliver Zipse mengatakan start up mobil listrik asal California, Tesla akan kesulitan dalam mengimbangi kecepatan perusahaan-perusahaan mobil di dunia dalam memproduksi mobil listrik ke depan nanti. Start up yang dipimpin oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk itu bahkan akan jatuh dari status perusahaan otomotif paling berharga di dunia. Hal itu terjadi karena status itu akan jadi target utama dari seluruh perusahaan otomotif.

"Tidak akan mudah bagi Teslauntuk mengimbangi kecepatan yang dilakukan oleh perusahaan mobil saat ini. Seluruh perusahaan mobil benar-benar bergerak kencang," ujarnya.

Baca juga : India Tolak Investasi China, Perusahaan Mobil China Jadi Korban

Dia mengatakan Tesla berhasil jadi yang terdepan di dunia mobil listrik karena memang sejak awal sudah fokus pada mobil listrik. Sementara perusahaan mobil lain lebih sibuk berjualan mobil konvensional dan sebatas mencoba-coba dalam membuat mobil listrik.



Sekarang kondisinya berbeda dimana banyak pabrikan mobil mulai fokus pada produksi mobil listrik. Bahkan mereka menggelontorkan dana yang sangat besar untuk memulai bisnis mobil hijau itu. "Kami juga memiliki ambisi untuk membuat mobil yang paling ramah lingkungan, mulai dari proses pembuatannya, suplai komponen hingga proses daur ulangnya," ujar Oliver Zipse.

Baca juga : Resmi Meluncur, Harley-Davidson Pan America Incar Orang Kaya Gemar Berpetualang

Diketahui saat ini produsen mobil dunia memang jor-joran dalam menggelontorkan dana produksi mobil listrik. Chief Executive Officer (CEO) General Motors, Mary Barra mengaku sudah menyiapkan dana yang sangat besar untuk mobil listrik sekitar USD27 milyar atau setara Rp378,2 triliun. Volkswagen AG juga bersiap fokus pada mobil listrik dengan dana yang tak kalah besar yakni USD86 milyar atau setara Rp1.204 triliun.
(wsb)
preload video
Komentar Anda
OTO UPDATE