Masih Banyak yang Mudik, Pengetatan Perjalanan Diperpanjang hingga 24 Mei

Senin, 17 Mei 2021 - 18:01 WIB
loading...
Masih Banyak yang Mudik, Pengetatan Perjalanan Diperpanjang hingga 24 Mei
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Meski aturan pelarangan mudik tahun ini telah berakhir hari ini, Senin (17/5/2021), tetapi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengumumkan bahwa pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) tetap berlaku, selama 18–24 Mei 2021.

Aturan tersebut tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

BACA: Tiba di Jakarta, Pemudik Dibawa untuk Lakukan Tes Antigen

“Tujuan adendum Surat Edaran ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan,” ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, dilansir dari laman resmi Setkab.

Adendum diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19, di mana pada bulan Ramadhan dan semakin mendekati Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 H, terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata yang akan meningkatkan risiko laju penularan COVID-19.

Selain itu, berdasarkan hasil Survei Pasca Penetapan Peniadaan Mudik Selama Masa Lebaran 2021 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, ditemukan bahwa masih adanya sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik.

Selain 12 ketentuan protokol yang sudah ada pada SE 13/2021, pada adendum ini ditambahkan beberapa ketentuan protokol perjalanan.

Di antaranya menyatakan bahwa pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

BACA JUGA: Gunakan Enam Roda, Pikap Mercedes X-Class Jadi Tampil Brutal

Atau bisa juga surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di bandar udara sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1500 seconds (11.97#12.26)