Beralih ke Mobil Listrik, Pendapatan Jangka Pendek Ferrari Terancam

Rabu, 16 Juni 2021 - 09:00 WIB
loading...
Beralih ke Mobil Listrik, Pendapatan Jangka Pendek Ferrari Terancam
Ferrari SF90 Stradale merupakan mobil hybrid buatan Ferrari. Mobil ini juga dijual di Indonesia. Foto/Netcarshow.
MARANELLO - Rencana Ferrari yang akan mencoba masuk ke dunia mobil listrik diyakini akan memberikan dampak buruk pada pendapatan Ferrari dalam jangka pendek. Prediksi itu diungkap oleh perusahaan jasa keuangan dan investasi Goldman Sachs baru-baru ini. Goldman Sachs bahkan memberikan rekomendasi untuk sementara waktu menahan pembelian saham Ferrari bahkan kalau perlu menjual saham tersebut jika memang sudah memilikinya.

Keinginan Ferrari untuk serius di dunia mobil listrik dan mencoba bermain dengan teknologi canggih memang terlihat ketika memilih sosok yang sangat kuat di industri elektronik, Benedetto Vigna sebagai orang nomor satu Ferrari. Hanya saja keputusan mereka memilih Benedetto Vigna dan masuk ke industri mobil listrik pada 2025 justru membuat saham Ferrari tertekan baru-baru ini.

Baca juga : Koenigsegg Lanjutkan Proyek Mobil Berbahan Bakar Energi Gunung Berapi

Beralih ke Mobil Listrik, Pendapatan Jangka Pendek Ferrari Terancam




Bloomberg melaporkan saham Ferrari saat ini turun sebesar 2,9 persen hingga 168,90 Euro baru-baru ini. Penurunan ini membuat penurunan Ferrari mencapai 10 persen Year to Date.

Analis Goldman Sach George Galliers mengatakan pengembangan Ferrari di dunia mobil listrik memang akan perlu pengorbanan. Salah satunya adalah penurunan pendapatan jangka pendek, akibat konsumen yang kecewa dengan peralihan ke mobil listrik dan juga belanja modal yang besar untuk pengembangan produk mobil listrik Ferrari. Dia bahkan mengatakan seiring berpindah ke elektrifikasi minat pembelian mobil Ferrari juga akan menurun.

Baca juga : Toyota Gazoo Racing Tak Berencana Bikin Mobil Sport SUV

Hal itulah yang menurut George Galliers harus dikorbankan oleh Ferrari. Pasalnya elektrifikasi memang merupakan tren mobil di masa depan yang tidak bisa dihindari lagi.

"Meskipun mesin pembakaran internal telah menjadi teknologi inti otomotif di masa lalu, namun teknologi baru akan menjadi teknologi inti di masa depan," jelasnya.
(wsb)
preload video
Komentar Anda
OTO UPDATE