Daihatsu Masih Tunggu Peraturan Resmi Perpanjangan PPnBM 100 Persen

Senin, 21 Juni 2021 - 20:00 WIB
loading...
Daihatsu Masih Tunggu Peraturan Resmi Perpanjangan PPnBM 100 Persen
Daihatsu Rocky 1.2L yang baru saja diluncurkan oleh PT ADM memiliki banderol harga dengan skema insentif PPnBM 50 persen. Foto/Screen Capture ADM.
JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor (ADM)masih memberlakukan insentif Pajak Penjualan Barang MEwah (PPnBM) 50 persen yang telah dimulai pada Juni hingg Agustus nanti. Hal itu terjadi karena sampai saat ini keinginan pemerintah untuk memperpanjang insentif PPnBM 100 persen hingga Agustus masih belum dikuatkan dalam peraturan resmi.

"Kami masih menunggu peraturan resmi dari pemerintah mengenai perpanjangan insentif PPnBM 100 persen. Jika sudah ada maka kami akan segera memberlakukannya. Namun untuk sementara insentif PPnBM yang kami berikan masih 50 persen," ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor beberapa waktu lalu.

Baca juga : Keren, Mobil Porsche Bisa Bikin Soundtrack Gaya Mengemudi Pemiliknya

Dia berjanji begitu peraturan sudah dikeluarkan maka mereka akan mengembalikan selisih uang yang telah dibayarkan oleh konsumen.



Daihatsu Masih Tunggu Peraturan Resmi Perpanjangan PPnBM 100 Persen


Diketahui saat ini ada lima mobil Daihatsu yang mendapatkan relaksasi PPnBM yakni Xenia, Terios, Gran Max, Luxio, dan Rocky. Pada awal bulan ini ADM mengumumkan perubahan kenaikan harga mulai Rp8 jutaan ketika beralih dari diskon PPnBM 100 persen ke 50 persen.

Baca juga : Biaya Aplikasi Pesan Antar Makanan Lebih Mahal Dibanding Beli Langsung

Namun pada 13 Juni, Kementerian Perindustrian mengumumkan wacana perpanjangan diskon PPnBM 100 persen yang dikatakan sudah disetujui Kementerian Keuangan. Perpanjangan dilakukan hingga Agustus, kemudian dilanjutkan diskon 50 persen untuk periode September-Desember.

Para APM mengaku senang namun tak menduga diskon PPnBM 100 persen akhirnya diperpanjang. Saat ini para APM menunggu aturan resmi perpanjangan itu untuk mengubah harga mobil baru yang sejauh ini belum dikeluarkan Kementerian Keuangan.
(wsb)
preload video
Komentar Anda
OTO UPDATE