Volvo Recall 460 Ribu Unit Mobil Karena Masalah Airbag
Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:05 WIB
loading...
Recall airbag Takata memang sering sekali terjadi, bukan hanya di Volvo saja. Foto: ist
A
A
A
JERMAN - Volvo Cars menarik kembali (recall) ratusan ribu mobil model lama mereka di seluruh dunia. Ada sekitar 460.769 model mobil lawas yang di recall karena masalah pada kantung udara (airbag) rusak yang berisiko untuk keselamatan.
Dalam kasus ini, pabrikan asal Swedia itu harus me-recall model Volvo S80 2001 hingga 2006 dan model S60 2001 hingga 2009. Kendaraan tersebut diproduksi antara Mei 2000 dan Maret 2009.
BACA JUGA: POCO Gelar Promo Harbolnas 10.10 Mulai Hari Ini, Cek Detilnya!
Masalah airbag di mobil-mobil Volvo yang di recall karena ada potensi pengemudi atau penumpang cedera karena pecahan inflator yang terbang setelah airbag meletup dipicu tabrakan.
Menurut lembaga keselamatan lalu lintas dan jalan raya Amerika Serikat, NHTSA, airbag yang rusak telah menyebabkan setidaknya satu kematian.
Volvo menjelaskan masalah airbag muncul ketika tablet propellant di inflator mengalami tingkat kelembaban tinggi dan suhu inflator yang sering tinggi.
Mereka mencatat bahwa kualitas tablet dapat turun kemudian membentuk partikel debu yang lantas meningkatkan tekanan dan ”rasio panas”.
Faktor itu dapat menyebabkan inflator pecah dan melontarkan serpihan logam ke kabin sehingga berbahaya buat penumpang.
Dalam kasus ini, pabrikan asal Swedia itu harus me-recall model Volvo S80 2001 hingga 2006 dan model S60 2001 hingga 2009. Kendaraan tersebut diproduksi antara Mei 2000 dan Maret 2009.
BACA JUGA: POCO Gelar Promo Harbolnas 10.10 Mulai Hari Ini, Cek Detilnya!
Masalah airbag di mobil-mobil Volvo yang di recall karena ada potensi pengemudi atau penumpang cedera karena pecahan inflator yang terbang setelah airbag meletup dipicu tabrakan.
Menurut lembaga keselamatan lalu lintas dan jalan raya Amerika Serikat, NHTSA, airbag yang rusak telah menyebabkan setidaknya satu kematian.
Volvo menjelaskan masalah airbag muncul ketika tablet propellant di inflator mengalami tingkat kelembaban tinggi dan suhu inflator yang sering tinggi.
Mereka mencatat bahwa kualitas tablet dapat turun kemudian membentuk partikel debu yang lantas meningkatkan tekanan dan ”rasio panas”.
Faktor itu dapat menyebabkan inflator pecah dan melontarkan serpihan logam ke kabin sehingga berbahaya buat penumpang.
Lihat Juga :