CEO Perusahaan Keamanan Siber Berbagi Cerita Selamatkan Usaha dari Krisis
Selasa, 02 Juni 2020 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Eva Noor, yang bisa di kontrol adalah cara berpikir. Bagaimana cara mencari solusi, cara melakukan hal-hal yang bisa keluar dari krisis tersebut.
”Seseorang yang ingin meraih keberhasilan harus gigih, berdaya juang tinggi, dan tak mudah patah arang. Never give up and work relentless,” tambah Eva.
Selamaberbisnis, Eva pernah mengalami krisis ekonomi yang sifatnya eksternal di tahun 2008. Krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008 sebenarnya bermula pada krisis ekonomi Amerika Serikat yang kemudian menular ke negara-negara lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak lainnya, banyak perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerja dan juga sampai ada yang harus tutup.
Pada krisis 2008, Eva terpaksa harus menutup satu dari dua perusahaannya. Butuh waktu dua tahun untuk bisa bangkit lagi dan ketika semua orang menyerah, pada 2010, dia membuka satu perusahaan lagi dan semuanya berkembang sampai sekarang.
“Kini tahun 2020 krisis kembali menghantam globalkarena COVID-19, dan krisis kali ini jauh lebih parah dari 2008,” ungkap Eva.
Beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan agar recovery bisa cepat ialah dengan meninjau kembali keselamatan karyawan dan pelanggan, cash flow dan revenue, optimalisasi biaya, strategi bisnis, bisnis proses, penerapan teknologi, komunikasi dan edukasi kepada karyawan serta pelanggan secara transparan.
"Semua hal tersebut harus di tinjau ulang dan lakukan banyak uji coba sampai bisa menemukan yang paling optimal. Jika sudah mencapai phase optimal, waktunya meningkatkan skala bisnis. Sehingga bisa keluar dari krisis dan lebih kuat lagi," pungkas Eva.
”Seseorang yang ingin meraih keberhasilan harus gigih, berdaya juang tinggi, dan tak mudah patah arang. Never give up and work relentless,” tambah Eva.
Selamaberbisnis, Eva pernah mengalami krisis ekonomi yang sifatnya eksternal di tahun 2008. Krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008 sebenarnya bermula pada krisis ekonomi Amerika Serikat yang kemudian menular ke negara-negara lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak lainnya, banyak perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerja dan juga sampai ada yang harus tutup.
Pada krisis 2008, Eva terpaksa harus menutup satu dari dua perusahaannya. Butuh waktu dua tahun untuk bisa bangkit lagi dan ketika semua orang menyerah, pada 2010, dia membuka satu perusahaan lagi dan semuanya berkembang sampai sekarang.
“Kini tahun 2020 krisis kembali menghantam globalkarena COVID-19, dan krisis kali ini jauh lebih parah dari 2008,” ungkap Eva.
Beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan agar recovery bisa cepat ialah dengan meninjau kembali keselamatan karyawan dan pelanggan, cash flow dan revenue, optimalisasi biaya, strategi bisnis, bisnis proses, penerapan teknologi, komunikasi dan edukasi kepada karyawan serta pelanggan secara transparan.
"Semua hal tersebut harus di tinjau ulang dan lakukan banyak uji coba sampai bisa menemukan yang paling optimal. Jika sudah mencapai phase optimal, waktunya meningkatkan skala bisnis. Sehingga bisa keluar dari krisis dan lebih kuat lagi," pungkas Eva.
(iqb)
Lihat Juga :