Riset Sebut Pelonggaran PSBB dan New Normal Ramai Dibicarakan di Twitter
Selasa, 09 Juni 2020 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Ridwan menuturkan, ketika pemerintah melemparkan isu pelenggaran PSBB dan persiapan new normal, dari total percakapan di periode pertama, terekam sebanyak 49% di antaranya menunjukkan sentimen negatif, 37% sentimen positif, dan 14% netral.
“Di periode kedua Total percakapan 22.305, 85% di sosmed dan 15% di media massa. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan periode pertama,” imbuhnya.
Kampanye new normal dan pelonggaran PSBB yang digaungkan pemerintah dianggap tidak tepat. Sebab, kasus positif harian virus corona masih sangat tinggi. Tercatat, pada 6 Juni kasus baru positif corona mencapai angka 993 jiwa.
Penelitian ini juga menunjukkan, percakapan terkait pelonggaran PSBB dan new normal di sosial media sebenarnya tidak terlalu banyak. Angkanya menjadi meningkat setelah pada 26 Mei muncul pemberitaan Presiden Joko Widodo mengunjungi salah satu mall di Bekasi, yang disebut sebagai persiapan menuju new normal.
Ismail Fahmi, Founder Drone Emprit, menuturkan, Indonesia menjadi negara yang paling cerewet membahas new normal di seluruh dunia, diikuti Amerika Serikat dan Inggris.
“Di periode kedua Total percakapan 22.305, 85% di sosmed dan 15% di media massa. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan periode pertama,” imbuhnya.
Kampanye new normal dan pelonggaran PSBB yang digaungkan pemerintah dianggap tidak tepat. Sebab, kasus positif harian virus corona masih sangat tinggi. Tercatat, pada 6 Juni kasus baru positif corona mencapai angka 993 jiwa.
Penelitian ini juga menunjukkan, percakapan terkait pelonggaran PSBB dan new normal di sosial media sebenarnya tidak terlalu banyak. Angkanya menjadi meningkat setelah pada 26 Mei muncul pemberitaan Presiden Joko Widodo mengunjungi salah satu mall di Bekasi, yang disebut sebagai persiapan menuju new normal.
Ismail Fahmi, Founder Drone Emprit, menuturkan, Indonesia menjadi negara yang paling cerewet membahas new normal di seluruh dunia, diikuti Amerika Serikat dan Inggris.
Lihat Juga :