Mobil Klasik Mau Dibangkitkan Lagi, Masyarakat Rusia Terbelah

Jum'at, 27 Mei 2022 - 15:30 WIB
loading...
Mobil Klasik Mau Dibangkitkan Lagi, Masyarakat Rusia Terbelah
Moskvich merupakan mobil yang sangat populer di era pemerintahan Uni Soviet. Foto/IST
A A A
RUSIA - Keinginan pemerintah Rusia membangkitkan lagi mobil klasik , Moskvich, membuat masyarakat Rusia terbelah. Di saat sebagian ada yang mendukung, sebagian lainnya justru enggan karena melihat kehadiran mobil itu sebagai langkah politis.

Wacana dibangkitkannya lagi mobil klasik Moskvich buatan Rusia bermula saat Renault memutuskan menjual pabrik mereka di negara itu kepada pemerintah yang dipimpin Vladimir Putin .

Langkah itu kemudian dilanjutkan dengan melakukan nasionalisasi pabrik yang ditinggalkan Renault. Setelah diambil alih, Rusia kemudian memiliki rencana untuk mengaktifkan lagi pabrik itu dan membuka lagi lapangan kerja. Caranya dengan memproduksi ulang mobil klasik yang terkenal di era Uni Soviet, Moskvich.

Bagi sebagian masyarakat Rusia yang mengenal Moskvich rencana itu tentu sangat diapresiasi. Mereka berharap agar mobil tersebut bisa mendapat sentuhan modernisasi.

Baca juga : Bombardier Kini Punya Pesawat Jet Pribadi dengan Kecepatan Supersonik

Mobil Klasik Mau Dibangkitkan Lagi, Masyarakat Rusia Terbelah


"Saya akan beli langsung kalau ada versi moderen Moskvich 2140," ujar Alexander Bondarenko.

Diketahui Moskvich 2140 merupakan mobil sedan yang diproduksi tahun 1976 hingga 1988. Mobil sedan klasik itu disukai karena ukurannya yang sangat besar untuk sebuah mobil sedan klasik.

Jadi tidak heran jika banyak penggemar Moskvich penasaran akan versi modern mobil-mobil tersebut. Hanya saja di sisi lain masih banyak juga yang meragukan bangkitnya lagi mobil klasik Rusia itu.

Baca juga : Mobil Listrik Nissan Siap Berpetualang dari Kutub Utara hingga Selatan

Mereka melihat hal itu sebagai langkah politis pemerintah Rusia agar masyarakat tidak terlalu fokus pada tindakan invasi Rusia di Ukraina.

"Moskvich tidak usah lagi diutak-atik. Mobilnya sudah lama mati. Pabriknya sudah tidak ada lagi. Menghidupkan lagi mobil itu hanya tindakan populis. Alih-alih seperti sebuah penghinaan," ujar Stanislav Tsibulsky dikutip Autoblog.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik Moskvich, Surgei Ushakov. Pria yang sehari-hari masih mengendarai Moskvich 400 itu mengatakan akang sangat sia-sia kalau mobil yang diproduksi nanti masih seperti mobil lama. "Buat apa diproduksi lagi mobil yang sama," ujarnya.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1366 seconds (11.97#12.26)