Joe Biden Melarang Mobil China dan Rusia Berseliweran di AS
Kamis, 16 Januari 2025 - 06:37 WIB
loading...
Industri otomotif Rusia. FOTO/ RT
A
A
A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang akan lengser pada hari Selasa mengumumkan larangan penggunaan teknologi dari China dan Rusia pada kendaraan, dengan alasan masalah keamanan nasional.
BACA JUGA - Kuasai 30 Persen Pasar Mobil Rusia, Renault Menolak Pergi dari Negeri Beruang Merah
Seperti dilansir dari DPA, aturan baru tersebut akan memblokir penjualan dan impor perangkat keras dan sistem perangkat lunak kendaraan pintar atau terhubung, serta kendaraan pintar lengkap, dari China dan Rusia, menurut pernyataan Gedung Putih yang dikeluarkan pada hari Selasa.
Menurut Gedung Putih, pembatasan perangkat lunak akan berlaku untuk model tahun 2027, sementara pembatasan perangkat keras akan berlaku untuk model tahun 2030.
Pernyataan Gedung Putih mengatakan langkah itu dilakukan untuk "melindungi Amerika dari risiko keamanan nasional yang terkait dengan penyalahgunaan rantai pasokan kendaraan pintar oleh Tiongkok dan Rusia."
"Pemerintahan Biden-Harris berkomitmen untuk memastikan bahwa rantai pasokan otomotif kita kuat dan aman dari ancaman dunia maya dari musuh asing," tambah pernyataan itu.
Kebijakan tersebut dianggap merugikan kendaraan buatan AS, dan menempatkan perusahaan seperti Polestar, yang memproduksi kendaraan di Carolina Selatan tetapi memiliki kepentingan di perusahaan China Geely, dalam posisi sulit.
BACA JUGA - Kuasai 30 Persen Pasar Mobil Rusia, Renault Menolak Pergi dari Negeri Beruang Merah
Seperti dilansir dari DPA, aturan baru tersebut akan memblokir penjualan dan impor perangkat keras dan sistem perangkat lunak kendaraan pintar atau terhubung, serta kendaraan pintar lengkap, dari China dan Rusia, menurut pernyataan Gedung Putih yang dikeluarkan pada hari Selasa.
Menurut Gedung Putih, pembatasan perangkat lunak akan berlaku untuk model tahun 2027, sementara pembatasan perangkat keras akan berlaku untuk model tahun 2030.
Pernyataan Gedung Putih mengatakan langkah itu dilakukan untuk "melindungi Amerika dari risiko keamanan nasional yang terkait dengan penyalahgunaan rantai pasokan kendaraan pintar oleh Tiongkok dan Rusia."
"Pemerintahan Biden-Harris berkomitmen untuk memastikan bahwa rantai pasokan otomotif kita kuat dan aman dari ancaman dunia maya dari musuh asing," tambah pernyataan itu.
Kebijakan tersebut dianggap merugikan kendaraan buatan AS, dan menempatkan perusahaan seperti Polestar, yang memproduksi kendaraan di Carolina Selatan tetapi memiliki kepentingan di perusahaan China Geely, dalam posisi sulit.
Lihat Juga :