Rumah.com Sarankan Tiga Langkah Penting Sebelum Anda Beli Rumah
Selasa, 30 Juni 2020 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Secara umum di kawasan Asia Tenggara mayoritas calon pembeli rumah memiliki kebiasaan yang sama untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah. Sebanyak 69% responden di Indonesia memiliki kebiasaan tersebut yang merupakan tertinggi kedua setelah Singapura (70%), tapi lebih tinggi daripada Malaysia (56%) dan Thailand (44%).
PropertyGuru Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh PropertyGuru bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 4.042 responden dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand yang dilakukan pada bulan Juli-Desember 2019. Survei ini dilakukan oleh PropertyGuru sebagai portal properti di Asia Tenggara untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di kawasan.
Sementara sebagian kecil calon pembeli rumah di kawasan Asia Tenggara memiliki kebiasaan untuk memulai menabung setelah mendapatkan estimasi harga rumah. Sejumlah 20% responden Indonesia mempunyai kebiasaan tersebut dan merupakan paling rendah di kawasan. Sementara Malaysia sejumlah 30% responden, Singapura 22% responden, dan Thailand 31% responden.
Hal tersebut menunjukkan responden di Indonesia dan Singapura memiliki kecenderungan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah, daripada menabung setelah mengetahui harga rumah. Sedangkan dalam hal kepemilikan properti, responden dari Indonesia paling sedikit kepemilikannya di kawasan Asia Tenggara (54%) dan merupakan respondon paling banyak yang masih tinggal dengan orang tua mereka (23%). Sedangkan sisanya adalah penyewa hunian/properti (20%) dan investor properti (7%).
“Meskipun demikian responden Indonesia justru menunjukkan intensi paling tinggi di kawasan dalam rencana pembelian properti sejumlah 89% memiliki keinginan untuk membeli properti di dalam negeri. Sedangkan 6% responden lainnya mempunyai intensi untuk membeli properti di luar negeri, 3% responden tidak memiliki keinginan untuk membeli properti dan 6% responden lainnya tidak tahu,” beber Marine.
Bagi responden di Indonesia, hambatan utama yang dihadapi ketika akan mengambil KPR adalah tidak mampu membayar uang muka (51%), pekerjaan atau pendapatan yang tidak stabil (39%), dan rekam jejak kredit yang jelek (30%).
Tetapi, dia mengingatkan, calon pembeli rumah yang mau memanfaatkan KPR jangan lupa untuk memikirkan kelayakan dan kolektibilitas dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang saat ini sepenuhnya dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jumlah angsuran bulanan.
PropertyGuru Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh PropertyGuru bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 4.042 responden dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand yang dilakukan pada bulan Juli-Desember 2019. Survei ini dilakukan oleh PropertyGuru sebagai portal properti di Asia Tenggara untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di kawasan.
Sementara sebagian kecil calon pembeli rumah di kawasan Asia Tenggara memiliki kebiasaan untuk memulai menabung setelah mendapatkan estimasi harga rumah. Sejumlah 20% responden Indonesia mempunyai kebiasaan tersebut dan merupakan paling rendah di kawasan. Sementara Malaysia sejumlah 30% responden, Singapura 22% responden, dan Thailand 31% responden.
Hal tersebut menunjukkan responden di Indonesia dan Singapura memiliki kecenderungan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah, daripada menabung setelah mengetahui harga rumah. Sedangkan dalam hal kepemilikan properti, responden dari Indonesia paling sedikit kepemilikannya di kawasan Asia Tenggara (54%) dan merupakan respondon paling banyak yang masih tinggal dengan orang tua mereka (23%). Sedangkan sisanya adalah penyewa hunian/properti (20%) dan investor properti (7%).
“Meskipun demikian responden Indonesia justru menunjukkan intensi paling tinggi di kawasan dalam rencana pembelian properti sejumlah 89% memiliki keinginan untuk membeli properti di dalam negeri. Sedangkan 6% responden lainnya mempunyai intensi untuk membeli properti di luar negeri, 3% responden tidak memiliki keinginan untuk membeli properti dan 6% responden lainnya tidak tahu,” beber Marine.
Bagi responden di Indonesia, hambatan utama yang dihadapi ketika akan mengambil KPR adalah tidak mampu membayar uang muka (51%), pekerjaan atau pendapatan yang tidak stabil (39%), dan rekam jejak kredit yang jelek (30%).
Tetapi, dia mengingatkan, calon pembeli rumah yang mau memanfaatkan KPR jangan lupa untuk memikirkan kelayakan dan kolektibilitas dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang saat ini sepenuhnya dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jumlah angsuran bulanan.
Lihat Juga :