Lebih Tiga Dekade Berkiprah, FIF Tak Sekadar Membiayai Kendaraan
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya memberikan layanan komersial, FIF Group juga menghadirkan program dana bergulir ini merupakan salah satu cara bagi mereka yang kesulitan modal untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam bidang usaha masing-masing, dengan memberikan bantuan pinjaman tanpa bunga. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp 1 juta sampai dengan Rp 20 juta.
Mimi Nurhasanah, pengusaha krupuk di daerah Cilandak, Jakarta mengaku, dana bergulir UMKM FIF Group sangat membantu perekonomian keluarganya. “Suami juga ikut membantu mengedarkan krupuk dagangan kami ke warung-warung sekitar lingkungan. Saya tetap semangat untuk terus berusaha dapat mengembalikan angsuran ke FIF Group, karena ini juga amanah yang wajib kita pergunakan dengan baik,” ujar Mimi, yang dapat pinjaman dari tahun 2016, 2017 dan 2020 dan sekarang bertahap juga jual pakaian, karpet dan mukena.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, peran lembaga pembiayaan seperti Astra Financial sangat diperlukan masyarakat. Terlebih yang menghadirkan kemudahan bagi masyarakat. “Sekarang ini era digital, dengan dukungan platform digital tentu akan semakin mempermudah akses masyarakat,”tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Baca juga : Podcast Ini Bangkitkan Lagi Suara Steve Jobs dari Alam Kubur
Multifinance memiliki peluang besar untuk bertumbuh karena rasio penyaluran kredit perbankan terhadap PDB baru 35%. “Sementara Singapura 100% rasio penyaluran kredit terhadap PDB,”sebutnya, kemarin. Dia menilai, banyak sektor usaha dan konsumsi belum tercover layanan perbankan tradisional. Hal ini membuka peluang bagi multifinance. “Terlebih, 80% UMKM membutuhkan pembiayaan untuk memulai usahanya pascapandemi,”kata Bhima.
Dengan adanya digitalisasi, lanjut dia, peluang bertumbuh multifinance cukup besar dibandingkan perbankan. Multifinance memiliki kelincahan, salah satunya bisa menggabungkan pendekatan oline dengan pendekatan secara tatap muka untuk melakukan analisis kredit. "Itu poin unggul dibandingkan fintech,”katanya.
Multifinance juga bisa menyasar UMKM, segmen mikro dan ultra mikro, diamana perbankan kesulitan mengakses. Bhima mengatakan, Multifinance sudah terlatih untuk melayani segmen masyarakat kelas menengah kebawah, salah satunya memalui pembiayaan motor. “Fintech akses mudah tapi bunganya tinggi, sedangkan perbankan cukup rumit prosesnya. Maka ditengah adalah keunggulan multifinance. Merkea bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,”tutupnya.
Mimi Nurhasanah, pengusaha krupuk di daerah Cilandak, Jakarta mengaku, dana bergulir UMKM FIF Group sangat membantu perekonomian keluarganya. “Suami juga ikut membantu mengedarkan krupuk dagangan kami ke warung-warung sekitar lingkungan. Saya tetap semangat untuk terus berusaha dapat mengembalikan angsuran ke FIF Group, karena ini juga amanah yang wajib kita pergunakan dengan baik,” ujar Mimi, yang dapat pinjaman dari tahun 2016, 2017 dan 2020 dan sekarang bertahap juga jual pakaian, karpet dan mukena.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, peran lembaga pembiayaan seperti Astra Financial sangat diperlukan masyarakat. Terlebih yang menghadirkan kemudahan bagi masyarakat. “Sekarang ini era digital, dengan dukungan platform digital tentu akan semakin mempermudah akses masyarakat,”tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Baca juga : Podcast Ini Bangkitkan Lagi Suara Steve Jobs dari Alam Kubur
Multifinance memiliki peluang besar untuk bertumbuh karena rasio penyaluran kredit perbankan terhadap PDB baru 35%. “Sementara Singapura 100% rasio penyaluran kredit terhadap PDB,”sebutnya, kemarin. Dia menilai, banyak sektor usaha dan konsumsi belum tercover layanan perbankan tradisional. Hal ini membuka peluang bagi multifinance. “Terlebih, 80% UMKM membutuhkan pembiayaan untuk memulai usahanya pascapandemi,”kata Bhima.
Dengan adanya digitalisasi, lanjut dia, peluang bertumbuh multifinance cukup besar dibandingkan perbankan. Multifinance memiliki kelincahan, salah satunya bisa menggabungkan pendekatan oline dengan pendekatan secara tatap muka untuk melakukan analisis kredit. "Itu poin unggul dibandingkan fintech,”katanya.
Multifinance juga bisa menyasar UMKM, segmen mikro dan ultra mikro, diamana perbankan kesulitan mengakses. Bhima mengatakan, Multifinance sudah terlatih untuk melayani segmen masyarakat kelas menengah kebawah, salah satunya memalui pembiayaan motor. “Fintech akses mudah tapi bunganya tinggi, sedangkan perbankan cukup rumit prosesnya. Maka ditengah adalah keunggulan multifinance. Merkea bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,”tutupnya.
(wsb)
Lihat Juga :