NHTSA Umumkan 16 Orang Tewas Akibat Kemudi Otomatis Tesla

Jum'at, 18 November 2022 - 20:09 WIB
loading...
NHTSA Umumkan 16 Orang...
Teknologi kemudi otomatis Tesla kembali memakan korban jiwa. FOTO/ IST
A A A
TEXAS - Tesla Inc mengungkapkan dua kecelakaan fatal baru yang melibatkan sistem bantuan pengemudi otomatisnya kepada otoritas Amerika Serikat (AS), sehingga jumlah korban tewas menjadi 16.

BACA JUGA - Pabrik Tesla di China akan Buat Tesla Termurah di Dunia

Seperti dilansir dari Daily Mail Jumat (18/11/2022), kecelakaan baru itu melibatkan kendaraan Tesla Model 3 dan dilaporkan terjadi antara 15 September dan 15 Oktober 2022, menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Kelompok advokasi keselamatan jalan di Washington menyerukan kepada pihak berwenang dan anggota parlemen untuk menegakkan peraturan yang lebih ketat yang melibatkan mobil dan teknologi self-driving seperti fitur bantuan kemudi otomatis Tesla.

NHTSA meningkatkan penyelidikannya terhadap sistem kemudi otomatis Tesla pada Agustus 2021 menyusul laporan lusinan pelanggaran.

Namun, data yang dipublikasikan NHTSA tidak merinci apakah 16 kematian yang terjadi melibatkan penumpang di kendaraan Telsa atau kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.

Juni lalu, NHTSA mengatakan bahwa hampir 400 kecelakaan mobil di AS dalam periode 10 bulan ditemukan disebabkan oleh teknologi mobil self-driving atau bantuan kemudi otomatis.

Kendaraan Tesla terlibat dalam sebagian besar kecelakaan, yaitu 273 dari 392 kecelakaan antara 1 Juli 2021 dan 15 Mei tahun ini, yang mengakibatkan enam kematian dan lima luka serius.

Perusahaan mobil di seluruh dunia membuat pengungkapan kepada NHTSA setelah otoritas mengeluarkan arahan pada Juni 2021, yang mewajibkan produsen mobil dan perusahaan teknologi untuk segera melaporkan kecelakaan yang melibatkan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS).

Sekitar 12 pabrikan kendaraan melaporkan sejumlah kecelakaan yang melibatkan teknologi ADAS dengan 90 melibatkan Honda dan 10 Subaru, sementara Ford Motor, General Motors (GM), BMW, Volkswagen, Toyota, Hyundai dan Porsche masing-masing melaporkan kurang dari lima kasus.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Pria Ini Ditangkap karena...
Pria Ini Ditangkap karena Kemudikan Tesla Cybertruck ke Dalam Danau
Tesla Kembali Rebut...
Tesla Kembali Rebut Posisinya sebagai Mobil Listrik Nomor 1
Tesla dan SpaceX Siap...
Tesla dan SpaceX Siap Bangun Pabrik Chip Terbesar
Tesla Mendaftarkan Merek...
Tesla Mendaftarkan Merek Baru, Disinyalir Roadster Generasi Kedua
Mengapa China Melarang...
Mengapa China Melarang Gagang Pintu Tersembunyi di 2027?
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Melalui Teknologi Otonom,...
Melalui Teknologi Otonom, Registrasi Digital Siap Bantu Industri Event
VADS Indonesia Dorong...
VADS Indonesia Dorong Transformasi Bisnis Otonom dari Generative AI ke Agentic AI
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved