Tampilan Mitsubishi Triton Ralliart Jadi Anomali di AXCR 2022

Selasa, 22 November 2022 - 06:30 WIB
loading...
Tampilan Mitsubishi Triton Ralliart Jadi Anomali di AXCR 2022
Mitsubishi Triton Ralliart yang digunakan Team Mitsubishi Ralliart tampil layaknya mobil standar bukan mobil balap. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Tampilan mobil Mitsubishi Triton Ralliart jadi anomali di ajang Asia Cross Country Rally 2022 (AXCR) yang berlangsung mulai Senin (21/11/2022) kemarin hingga Sabtu (26/11/2022) nanti. Mobil kabin ganda yang salah satunya dikendalikan oleh Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar itu justru terlihat sangat normal dibanding belasan mobil peserta lainnya.

Bahkan bisa dibilang mobil tersebut mirip sangat mirip dengan Mitsubishi Triton yang dijual bebas di pasar Asia Tenggara. Kelas yang diikuti Rifat Sungkar di ajang AXCR 2022 diketahui adalah T1D. Artinya Mitsubishi Ralliart Team memang diizinkan untuk melakukan modifikasi-modifikasi khusus.

Hanya saja Mitsubishi Ralliart justru memutuskan tetap mempertahankan desain standar yang ada di Mitsubishi Triton versi produksi massal. Itu berbeda dengan mobil-mobil peserta lainnya yang banyak mengalami perombakan di bagian eksterior.

Misalnya moncong mobil yang banyak dipapas di bagian bawah. Mitsubishi Triton Ralliart justru tetap mempertahankan moncong mobil secara utuh. Dari depan sampai ke belakang Mitsubishi Triton Ralliart justru terlihat normal. Padahal mobil itu akan digeber sejauh 1.700 kilometer dari Thailand ke Kamboja.

“Kalau ini full standard, mesin tidak boleh diubah dan bentuk bodi juga tidak boleh diubah. Girboks juga masih standar, suspensi ada ubahan sedikit tetapi mekanisme kerjanya sama saja (dengan yang dijual umum),” ujar Rifat Sungkar.

Baca juga : Mitsubishi Ralliart Bangkit dari Tidur, Ada Peran Anak Bangsa di Dalamnya

Tampilan Mitsubishi Triton Ralliart Jadi Anomali di AXCR 2022


Lebih lanjut, modifikasi lain yang dilakukan ada pada bagian kap mesin depan dan keempat pintu yang diganti menggunakan bahan material karbon, gunanya untuk mengurangi bobot kendaraan.

“Depan dan keempat pintu pakai karbon, tapi di dalam dipasang rollbar lagi jadi ya sebenarnya tidak berbeda signifikan. Ibaratnya, 200 (kilogram) kilogram, 200 (kilogram) masuk ya jadi sama saja,” imbuh Rifat Sungkar.

Sisanya, sistem pengereman dibuat lebih memumpuni dengan mengganti ukuran piringan cakram dan piston kaliper yang lebih besar. Kemudian, panel pada bagian interior lebih banyak dilepas dan diganti dengan rollbar, serta tangki washer wiper diganti jadi lebih besar dan diletakkan di bagian belakang kabin.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1531 seconds (11.210#12.26)