2021, Mazda Targetkan Mampu Jual 200.000 Mobil ke ASEAN
Rabu, 25 Oktober 2017 - 12:01 WIB

2021, Mazda Targetkan Mampu Jual 200.000 Mobil ke ASEAN
A
A
A
TOKYO - Mazda Motor Corporation terus berupaya melebarkan pasarnya ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Pabrikan mobil asal Jepang tersebut berambisi ikut mewarnai pasar automotif di ASEAN. Bahkan, pada 2021, Mazda menargetkan penjualan 200.000 per tahun di kawasan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Managing Executive Officer In charge of ASEAN Business, Hiroshi Inoue dalam ASEAN Media Forum di Daichi Hotel Tokyo pada Selasa (24/10/2017). Hadir puluhan jurnalis dari sejumlah negara ASEAN. Selain Indonesia, ada jurnalis dari Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan lainnya.
Lebih jauh, Hiroshi mengaku yakin target penjualan 200.000 unit mobil Mazda per tahun untuk kawasan ASEAN bisa terpenuhi. Untuk diketahui, sebelumnya, Mazda juga sempat merilis bahwa tahun 2018, pihaknya menargetkan penjualan di ASEAN mencapai 150.000. Mereka akan lebih memfokuskan penjualan di tiga negara, yaitu Thailand, Vietnam dan Malaysia, yang memang selama ini menjadi lumbung terbesar Mazda di kawasan tersebut.
Indonesia saat ini masih belum menjadi pasar potensial Mazda. Karena penjualannya masih dibawah tiga negara di atas. Angka penjualan Mazda sendiri di kawasan ASEAN masih tergolong kecil, hanya menyumbang sekitar 7%, atau sekitar 100.000 lebih. Sedangkan secara global, penjualan Mazda tahun 2016 lalu mencapai 1,55 juta unit.
Terkait upaya untuk mencapai target itu, Hiroshi membuka sejumlah strategi yang sedang dilakukan Mazda untuk menggenjot penjualan. Salah satunya, Mazda terus mengembangkan produknya yang semakin canggih dan elegan.
Produk Mazda makin digemari karena kecanggihan dan desainnya yang bagus, mulai New Mazda2, Mazda CX-3, Mazda CX-5, Mazda6 dan lainnya. Bahkan dengan visi barunya Sustainable Zoom Zoom 2030, mereka kini terus membuat terobosan baru. Untuk tahap awal, Mazda sedang mengembangkan teknologi mesin yang baru, SKYACTIVE-X.
Mesin ini diyakini mampu meningkatkan performa sekaligus memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi dan ramah lingkungan. Belum lagi, Mazda juga terus mengembangkan desain desain baru yang makin elegan.
Selanjutnya Mazda sangat perhatian dengan kepentingan konsumen. Mazda akan terus mendorong untuk menaikkan tingkat kepuasan pengguna. "Kalau pelayanan kami memuaskan, pengguna Mazda akanmenularkannya pada orang lain mulai keluarga, teman, tetangga, dan lainnya. Ini bagus untuk penjualan," papar Hiroshi yang juga President Mazda South East Asia Ltd tersebut.
Selain itu pelayanan service yang cepat dan baik serta bengkel asuransi yang bagus juga menjadi perhatian Mazda. "Intinya adalah bagaimana pemakai Mazda happy," paparnya.
Mazda juga terus membangun fasilitas fasilitas pendukung di Thailand, Filipina, dan Kamboja untuk menggenjot penjualan Mazda. Bagaimana dengan Indonesia? Hiroshi mengakui penjualan Mazda di Indonesia masih tergolong rendah.
Salah satu penyebabnya adalah kekuatan daya beli masyarakat secara umum yang belum tinggi. "Tapi saya yakin Mazda akan bagus di Indonesia seiring dengan membaiknya ekonomi di Indonesia," papar Hiroshi.
Pasar automotif Indonesia salah satu yang terbesar di ASEAN, yakni sekitar 1,1 juta. Namun penjualannya masih didominasi mobil yang menengah ke bawah. Sehingga Mazda yang menjual mobil premium belum banyak mendapat tempat dalam masyarakat Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Managing Executive Officer In charge of ASEAN Business, Hiroshi Inoue dalam ASEAN Media Forum di Daichi Hotel Tokyo pada Selasa (24/10/2017). Hadir puluhan jurnalis dari sejumlah negara ASEAN. Selain Indonesia, ada jurnalis dari Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan lainnya.
Lebih jauh, Hiroshi mengaku yakin target penjualan 200.000 unit mobil Mazda per tahun untuk kawasan ASEAN bisa terpenuhi. Untuk diketahui, sebelumnya, Mazda juga sempat merilis bahwa tahun 2018, pihaknya menargetkan penjualan di ASEAN mencapai 150.000. Mereka akan lebih memfokuskan penjualan di tiga negara, yaitu Thailand, Vietnam dan Malaysia, yang memang selama ini menjadi lumbung terbesar Mazda di kawasan tersebut.
Indonesia saat ini masih belum menjadi pasar potensial Mazda. Karena penjualannya masih dibawah tiga negara di atas. Angka penjualan Mazda sendiri di kawasan ASEAN masih tergolong kecil, hanya menyumbang sekitar 7%, atau sekitar 100.000 lebih. Sedangkan secara global, penjualan Mazda tahun 2016 lalu mencapai 1,55 juta unit.
Terkait upaya untuk mencapai target itu, Hiroshi membuka sejumlah strategi yang sedang dilakukan Mazda untuk menggenjot penjualan. Salah satunya, Mazda terus mengembangkan produknya yang semakin canggih dan elegan.
Produk Mazda makin digemari karena kecanggihan dan desainnya yang bagus, mulai New Mazda2, Mazda CX-3, Mazda CX-5, Mazda6 dan lainnya. Bahkan dengan visi barunya Sustainable Zoom Zoom 2030, mereka kini terus membuat terobosan baru. Untuk tahap awal, Mazda sedang mengembangkan teknologi mesin yang baru, SKYACTIVE-X.
Mesin ini diyakini mampu meningkatkan performa sekaligus memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi dan ramah lingkungan. Belum lagi, Mazda juga terus mengembangkan desain desain baru yang makin elegan.
Selanjutnya Mazda sangat perhatian dengan kepentingan konsumen. Mazda akan terus mendorong untuk menaikkan tingkat kepuasan pengguna. "Kalau pelayanan kami memuaskan, pengguna Mazda akanmenularkannya pada orang lain mulai keluarga, teman, tetangga, dan lainnya. Ini bagus untuk penjualan," papar Hiroshi yang juga President Mazda South East Asia Ltd tersebut.
Selain itu pelayanan service yang cepat dan baik serta bengkel asuransi yang bagus juga menjadi perhatian Mazda. "Intinya adalah bagaimana pemakai Mazda happy," paparnya.
Mazda juga terus membangun fasilitas fasilitas pendukung di Thailand, Filipina, dan Kamboja untuk menggenjot penjualan Mazda. Bagaimana dengan Indonesia? Hiroshi mengakui penjualan Mazda di Indonesia masih tergolong rendah.
Salah satu penyebabnya adalah kekuatan daya beli masyarakat secara umum yang belum tinggi. "Tapi saya yakin Mazda akan bagus di Indonesia seiring dengan membaiknya ekonomi di Indonesia," papar Hiroshi.
Pasar automotif Indonesia salah satu yang terbesar di ASEAN, yakni sekitar 1,1 juta. Namun penjualannya masih didominasi mobil yang menengah ke bawah. Sehingga Mazda yang menjual mobil premium belum banyak mendapat tempat dalam masyarakat Indonesia.
(mim)