Ungkap Data Inteljen dan Rasis, Penghargaan Nobel Watson Dicabut

Selasa, 15 Januari 2019 - 00:06 WIB
Ungkap Data Inteljen...
Ungkap Data Inteljen dan Rasis, Penghargaan Nobel Watson Dicabut
A A A
JAKARTA - Peraih nobel ilmuwan asal Amerika Serikat James Watson ditarik setelah berkomentar berulang tentang rasisme dan intelijen.

Laporan dari BBC, Watson dalam program televisi menunjukkan referensi yang mengklaim bahwa genetik memainkan peran dalam tes IQ antara orang kulit putih dan kulit hitam.

Menurut lembaga Laboratorium Cold Spring Harbor, pernyataan Watson dianggap sembrono dan tidak berdasar.

Watson pernah membuat pernyataan serupa di tahun 2007 dan kemudian meminta maaf.

Komentar itu dibuat tahun 2007. Dia menolak menarik argumennya dan mengulangnya lagi pada tahun 2018. Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL), laboratorium yang pernah dia pimpin di New York, mengatakan komentar terbaru Watson dalam film dokumenter 2018 adalah sama sekali tidak kompatibel dengan misinya.

Watson telah menimbulkan kontroversi di antara para ahli genetika karena keyakinannya bahwa ada hubungan antara kecerdasan dengan genetika dan ras.

Pada 2007, dia mengatakan bahwa dia secara inheren suram tentang prospek Afrika karena kebijakan Barat terhadap benua itu menganggap orang Afrika sama cerdasnya dengan orang Eropa.

Ilmuwan yang membantu mengidentifikasi struktur double-helix dari molekul DNA tersebut menyatakan dalam film dokumenter bahwa dia masih berpegang pada pandangannya itu.

CSHL membebaskan Watson dari tugasnya setelah komentar kontroversialnya keluar pertama kali tahun 2007.
Mengutip Al Jazeera, Senin (14/1/2019), gelar-gelar kehormatannya resmi dicopot pada hari Jumat pekan lalu. CSHL menyebut pendapatnya "tidak berdasar dan ceroboh".

Berbagai gelarnya yang dicopot antara lain Chancellor Emeritus, Oliver R Grace Professor Emeritus, dan Honorary Trustee.

Watson telah lama dikaitkan dengan CSHL, di mana dia menjadi direkturnya pada tahun 1968. Pada tahun 1994 dia menjadi presiden CSHL dan gelar Chancellor Emeritus diraih 10 tahun kemudian. Bahkan, sebuah sekolah di laboratorium dinamai berdasarkan namanya.

Watson memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran pada tahun 1962 bersama dengan Francis Crick dan Maurice Wilkins karena menemukan pada tahun 1953 bahwa DNA adalah heliks ganda, berbentuk seperti tangga yang panjang, memutar dengan lembut.
(wbs)
Berita Terkait
Gandeng Daihatsu, Inilah...
Gandeng Daihatsu, Inilah Fasilitas di Resta Pendopo KM 456 Tol Semarang-Solo
Lanjutkan S2, Lima Anggota...
Lanjutkan S2, Lima Anggota BTS masuk Hanyang Cyber University
5 Cara Cek Rest Area...
5 Cara Cek Rest Area Terdekat Lewat HP Saat Mudik Lebaran 2025, Mudah Banget!
Gunakan Satu Kartu E-Toll...
Gunakan Satu Kartu E-Toll untuk Dua Mobil, Pengemudi Kaget Didenda Rp800 Ribu!
Kereta Hantu Melaju...
Kereta Hantu Melaju Sejauh 70 Km Tanpa Dikemudikan Masinis
9 Rest Area Terindah...
9 Rest Area Terindah di Indonesia, Referensi Tempat Istirahat Nyaman saat Mudik
Berita Terkini
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
1 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
2 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
3 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
3 jam yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
5 jam yang lalu
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
7 jam yang lalu
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved